YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Kamis, 26 Oktober 2017

Dalam rangka pelaksanaan tugas Softskill Komunikasi Bisnis maka kami melakukan review pada jurnal berikut ini : "PENGARUH KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN DIMEDIASI OLEH KEPUASAN KERJA (Studi Pada Bagian Produksi Pabrik Kertas PT. Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung)."

TUGAS SOFTSKILL
KOMUNIKASI BISNIS


Disusun Oleh :
I Gusti Agung Ayu Putu Dewi Nurlitasari (15214034)
Marce Marthavina Ijanleba (16214349)
Miratannia (16214668)
  

Fakultas Ekonomi
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK

Dalam Rangka Pelaksanaan Tugas Softkill Komunikasi Bisnis, maka kami melakukan review pada jurnal berikut ini :


PENGARUH KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN
DENGAN DIMEDIASI OLEH KEPUASAN KERJA

(Studi Pada Bagian Produksi Pabrik Kertas PT. Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung).

Dimas Okta Ardiansyah
Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya


Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh komunikasi terhadap kepuasan kerja karyawan. (2) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh komunikasi terhadap kinerja karyawan. (3) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan. (4) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kepuasan kerja karyawan memidiasi komunikasi dan kinerja karyawan. Penelitian ini merupakan penelitian ekplanatory yang bertujuan untuk, menguji pengaruh peran mediasi kepuasan kerja terhadap komunikasi dan kinerja karyawan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 152 responden dan mereka adalah karyawan bagian produksi pabrik Kertas PT. Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah (probabilitas sampling), sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan (simple random sampling). Pengumpulan data menggunakan metode survei langsung dengan instrumen kuisioner. Untuk selanjutnya dianalisi menggunakan metode dan teknik analisis Partial Least Square (PLS) – Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian menunjukan bahwa komunikasi terhadap kepuasan kerja, komunikasi terhadap kinerja, kepuasan kerja terhadap kinerja, dan Peran mediasi kepuasan kerja terhadap komunikasi dan kinerja karyawan mempunyai pengaruh positif dan signifikan.

Kata Kunci: Komunikasi, Kepuasan kerja, Kinerja karyawan




Perkembangan era globalisasi mengha-ruskan para pengusaha untuk memajukan aktivitas usaha mereka. Perkembangan dunia usaha yang pesat ditandai dengan adanya pertumbuhan dan peningkatan jenis usaha baru. Berbagai perusahaan dengan skala besar maupun kecil telah berdiri kokoh dan berkembang sukses untuk memberikan pelaya-nan terbaik bagi masyarakat. Perusahaan itu sendiri pada dasarnya digunakan sebagai sarana orang-orang untuk berkumpul, bekerjasama secara sistematis dan terencana dalam meman-faatkan sumber daya sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan untuk mencapai tujuan bersama. Persaingan usaha semakin ketat, karenanya perusahaan dituntut

untuk melaksanakan segala aktivitas operasional mereka dengan efektif dan efisien agar mampu mempertahankan eksistensinya Arifa (2013). Hal ini tentu saja karena perusahaan tersebut dihadapkan pada keter-batasan-keterbatasan dalam mengelola kegiatan




usaha sehingga memerlukan perencanaan yang tepat dalam operasionalnya. Menurut Bayang-kara (2011:11-14) ada tiga unsur pen-ting untuk mengembangkan perusahaan yaitu ekono-misasi, efisiensi dan efektifitas. Ekonomisasi berkaitan dengan ukuran input yang digunakan dalam berbagai program yang dikelola peru-sahaan

Berbagai permasalahan yang dihadapi saat ini, mengharuskan perusahaan untuk men-cari solusi yang cepat, tepat, dan akurat. Terutama permasalahan yang berhubungan dengan sumberdaya manusia dalam peru-sahaan. Tidak dapat dipungkiri, tenaga kerja merupakan urat nadi, unsur terpenting yang dibutuhkan oleh perusahaanAncaman nyata terbesar terhadap stabilitas ekonomi adalah angkatan kerja yang tidak siap untuk menghadapi tantangan-tantangan maupun peru-bahan-perubahan yang terjadi di sekelilingnya (Sutrisno, 2011:1). Oleh karena itu, perusahaan perlu mengupayakan terciptanya angkatan kerja




16


Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
17





yang loyal, kreatif inovatif, beorientasi ke depan, dan mampu berpikir kritis.

Pada beberapa perusahaan besar, rekrutmen tenaga kerja telah direncanakan secara tertulis beserta anggaran yang diperl-ukan. Biaya yang dikeluarkan harus sesuai dengan hasil yang diperoleh, yaitu tenaga kerja yang handal, sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan oleh perusahaan. Selanjutnya, pihak personalia harus mampu mengelola karyawan sesuai dengan keahlian masing-masing. Penem-patan yang keliru dapat menimbulkan kere-sahan, turunnya semangat dan kegairahan kerja, turunnya produktifitas, dan tanggung jawab karyawan Arifa (2013).

Pabrik kertas PT. Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung adalah salah satu penghasil kertas umumnya di Indonesia dan khususnya di Tulungagung. Jenis kertas yang dihasilakan adalah kertas folio, HVS, kertas koran, kertas pembungkus coklat. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang berorientasi pada pemaksimalan laba. Peru-sahaan ini bergerak dalam usaha pembuatan kertas. Sebagai perusahaan yang memiliki tujuan terse-but, diperlukan profesionalitas dan produk-tivitas kerja yang tinggi sehingga mampu menyediakan kebutuhan pasar. Dulu-nya perusahaan ini berbadan hukum CV, namun pada tahun 2011 perusahan beralih men-jadi Perseroan Terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan berupaya terus-menerus mengembangkan usaha dan memperbaiki kinerja internal perusahaan, termasuk kinerja manajemen sumberdaya manusia. Pihak manajemen diharapkan mampu bersikap lebih efektif dan efisien melalui dukungan sumber-daya manusia dalam perusahaan agar tujuan perusahaan dapat dicapai secara maksimal. Komunikasi diperlukan untuk mengetahui apakah manajemen telah bertindak secara efektif.

Beberapa kendala komunikasi pada Pabrik kertas PT. Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung, berdasarkan hasil wawancara menunjukan bahwa komunikasi didalam perusahaan belum berjalan secara maksimal. Hal ini dikarenakan masih ada hambatan dalam penyampaian suatu informasi dari direktur kepada karyawan, salah satunya adalah pada bagian produksi. Hambatannya adalah berupa banyaknya saluran yang harus dilalui seperti contohnya informasi dari direktur kepada




karyawan masih harus melalui beberapa manajer dan beberapa kepala bagian. Sehingga kemungkinan berubahnya informasi akan besar. Hal ini dapat dimaklumi sebab, setiap saluran yang ikut menyampaian informasi tersebut mempunyai kecenderungan untuk merubahnya sesuai dengan kepentingan pribadi. Padahal komunikasi yang lancar berkaitan sekali untuk peningkatan kinerja masing-masing karyawan melalui kepuasan kerja.

Valoka dan Bouradas (2005) melakukan penelitian tentang kebisuan organisasi, dimana para karyawan tidak berani mengatakan kebe-naran karena takut akan apa yang terjadi dimasa datang. Berbagai penelitian telah me-ngemukakan bagaimana mengukur kepuasan kerja dan kinerja karyawan tersebut, misalnya dari dimensi Vroom (1964), Herzberg (1968), Schneider dan Alderfer (1973), Locke (1976), Hackman dan Oldham (1976) Menurut Mang-kunegara (2012:67), disebutkan “kinerja atau prestasi adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”. Salah satu jalan untuk mengatasi semua ini adalah dengan saluran “komunikasi”. Kesim-pulannya komunikasi yang baik dapat meningkatkan kepuasan pekerjaan yang nantinya akan mengoptimalkan kinerja karya-wan sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Namun dalam penelitian lain, Brahmasari dan Suprayetno (2008) menunjukkan adanya penga-ruh negatif signifikan antara komunikasi ke atas terhadap kepuasan kerja. Pelaksanaan aktivitas manajerial pemimpin yang dijalankan belum tentu mempunyai dampak positif bagi organisasi,

Mengacu dari penelitian terdahulu, hasil komunikasi terhadap kinerja karyawan yang tidak konsisten, maka penelitian ini memasukan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi terhadap komunikasi dan kinerja karyawan.

Berdasarkan pemaparan diatas, maka permasalahan ini dianggap menarik untuk diangkat dan dikaji lebih dalam lagi.

Pertanyaan penelitian berikut ini secara empiris diseloidiki dalam penelitian ini

1.        Apakah terdapat pengaruh komunikasi terhadap kepuasan kerja karyawan?

2.        Apakah terdapat pengaruh komunikasi terhadap kinerja karyawan?


Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
18





3.        Apakah terdapat pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan?

4.        Apakah terdapat pengaruh komunikasi terhadap kinerja karyawan dengan dime-diasi oleh kepuasan kerja?

TINJAUAN PUSTAKA

Komunikasi merupakan pemindahan infor-masi dan pemahaman dari seseorang kepada seseorang. Untuk pemindahkan infor-masi yang dimaksud dalam komunikasi terse-but diper-lukan suatu proses komunikasi. Menurut Webster New Collogiate Dictionary “istilah komunikasi berasal dari istilah Latin Communicare, bentuk past participle dari communication dan communicatus yang artinya suatu alat untuk berkomunikasi terutama suatu slstem penyampaian dan penerimaan berita, sepeti mlsalnya telepon, telegrap, radlo, dan lain sebagainya”. Gibson dan Ivan (2012: 84) mengemukakan ‘’Komunikasi adalah pengiri-man informasi dan pemahaman, mengenai simbol verbal atau non verbal’’. “Komunikasi adalah proses pemlndahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang ke orang lain.

Luthan (2011) memberikan pengertian yang secara langsung mengarah pada peruba-han dan perkembangan organisasi yang hanya dapat terjadi melalui pengembangan sumber daya manusia di lingkungan masing-masing. Untuk mencapai tujuan organisasi maka diperlukan sebuah komunikasi yang baik, di mana terdapat jalinan pengertian dalam komunikasi tersebut sehingga dapat dlmengerti serta dllaksanakan antara pihak yang satu dengan pihak yang lain Komunikasi ini sangat berperan dalam suatu organisasi untuk menca-pai tujuannya Newstrom dan Davis (2004:151) mengemukakan bahwa “Apabila tidak ada komunikasi para pegawal tidak dapat menge-tahui apa yang dilakukan rekan seker-janya, pimpinan tidak dapat menerima masukan informasi, dan para penyelia tidak dapat mem-berikan instruksi”. Robbins (2013) menye-butkan bahwa “komuniksai membantu perkem-bangan motivasi dengan menjelaskan kepada para karyawan apa yang harus dilaku-kan, seberapa baik mereka bekerja, dan apa yang dapat dikerjakan untuk memperbaiki kinerja yang di bawah standar”.




Komunikasi dalam Organisasi
Gitosudarmo  dan   Sudita   (2008:211)

menyebutkan bahwa “aliran komunikasi formal dalam organisasi dapat dibedakan menjadi em-pat yaitu komunikasi dari atas ke bawah, dari bawah ke atas, horizontal, dan diagonal”. Ke-empat jenis komunikasi tersebut dapat Iebih lengkap jelasnya dalam perincian di bawah ini:

Komunikasi dari Atas ke Bawah (Komuni-kasi ke Bawah)

Gibson et al. (2012:241) mengemukakan bahwa “komunikasi dapat mengalir dari tingkat yang lebih tinggi ke tingkat bawah organisasi; termasuk kebijakan manajemen, instruksi, dan memo resmi”. Handoko (2013:280) menye-butkan bahwa “komunikasi ke bawah (down-ward communication) dimulai dari manajemen puncak kemudian mengalir ke bawah melalui tingkatan-tingkatan manajemen sampai ke karyawan lini dan personalia paling bawah”. Dari beberapa pendapat tersebut maka dapat disimpulkan komunikasi ke bawah adalah komunikasi yang mengalir dari manajemen puncak kemudian mengalir ke bawah melalui tingkatan-tingkatan manajemen sampai ke karyawan lini dan personalia paling bawah untuk menyampaikan tujuan.

Handoko (2013:280) mengemukakan bah-wa “maksud utama komunikasi ke bawah adalah untuk memberi pengarahan, informasi, instruksi, nasehat/saran dan penilaian kepada bawahan. Serta memberikan informasi kepada para anggota organisasi tentang tujuan dan kebijaksanaan organisasi”. Siagian (2008:308) mengemukakan bahwa “kesemuanya itu dalam rangka usaha manajemen untuk lebih menjamin bahwa tindakan, sikap dan perilaku para karya-wan sedemikian rupa sehingga kemam-puan or-ganisasi untuk mencapai tujuan dan berbagai sasarannya semakin meningkat yang pada gilirannya meungkinkan organisasi meme-nuhi kewajiban kepada para anggotanya”.

Mangkunegara (2012) mengemukakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pen-capai kinerja ada dua, yaitu:

1.        Faktor kemampuan (ability)
Secara  psikologis,  kemampuan  pegawai
terdiri  dari  kemampuan potensi        (IQ)  dan
kemampuan reality (knowledge + skill).

2.        Faktor motivasi (motivation)


Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
19





Motivasi terbentuk dari sikap (attitude) seorang karywan dalam menghadapi siatuasi kerja. Motivasi merupakan kondisi meng-gerakkan diri karyawan yang terarah untuk mencapai tujuan organisasi (tujuan kerja). Gordon (2005) Kinerja adalah kemampuan seseorang dipengaruhi oelh bakat dan minat, sedangkan usaha dipengaruhi motivasi, insentif, dan rancangan pekerjaan serta yang masuk dukungan organisasi adalah mencakup pela-tihan pengembangan sumberdaya manusia dan tersedianya peralatan organisasi.

Adiwijaya (2010) menemukan hasil mengenai Organizational Citizenship Behavior dan pengukuran kinerja personil perwira, bintara, dan PNS pada polwitabes Surabaya ini memiliki nilai yang baik diatas rata-rata dan variabel kecepatan kerja, variabel kualitas kerja, variabel keakuratan kerja, variabel ketahanan kerja, dan variabel kesempatan bekerjasama memberikan pengaruh positif ter-hadap kinerja secara keseluruhan baik untuk personil Perwira, Bintara, dan PNS.

Menurut Handoko (2013:193) pengertian kepuasaan kerja adalah “keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dengan mana para karyawan memandang pekerjaan mereka”.Kepuasan kerja didefi-nisikan dengan “hingga sejauh mana individu merasakan secara positif atau negatif berbagai macam faktor atau dimensi dari tugas-tugas dalam pekerjaannya” (Hariandja, 2002:290).

Menurut Robbins (2013) mengemukakan bahwa “suatu tinjauan ulang yang ekstensif atas literatur menunjukkan bahwa faktor-faktor yang lebih penting yang mendorong kepuasan kerja adalah kerja yang secara mental menan-tang, ganjaran yang pantas, kondisi kerja yang mendukung, dan rekan sekerja yang mendu-kung”.

Faktor-faktor tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.      Kerja yang secara mental menantang Karyawan cenderung lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan yang memberi mereka

kesempatan untuk menggunakan ketrampilan dan kemampuan mereka dan menawarkan beragam tugas, kebebasan, dan umpan balik mengenai betapa baik mereka bekerja. Karakteristik ini membuat kerja secara mental menantang. Pekerjaan yang kurang menantang menciptakan kebosanan, tetapi yang terlalu banyak




menantang menciptakan fiustasi dan perasaan gagal. Pada kondisi tantangan yang sedang, kebanyakan karyawan akan mengalami kesenangan dan kepuasan.

2.        Ganjaran yang pantas

Para karyawan menginginkan sistem upah dan kebijakan promosi yang mereka persepsikan sebagai adil, tidak meragukan, dan segaris dengan pengharapan mereka. Bila upah dilihat sebagai adil yang dida-sarkan pada tuntutan pekerjaan, tingkat ketrampilan individu, dan standart pengu-pahan komunitas, kernungkinan besar akan dihasilkan kepuasan.

3.        Kondisi kerja yang mendukun

Karyawan peduli akan lingkungan kerja baik untuk kenyamanan pribadi maupun untuk memudahkan mengerjakan tugas yang baik. Studi-studi memperagakan bah-wa karyawan lebih menyukai keadaan fisik sekitar yang tidak berbahaya atau merepotkan. Temperatur, cahaya keribu-tan, dan faktor-faktor lingkungan lain seharusnya tidak ekstrim (terlalu banyak atau terlalu sedikit). Di samping itu, kebanyakan kayawan lebih menyukai bekelja dakat dengan rumah, dengan fasilitas yang bersih dan relatif modern, dan dengan alat-alat dan peralatan yang memadai.

4.        Rekan sekerja yang mendukung

Bagi kebanyakan karyawan, kerja juga mengisi kebutuhan akan interaksi sosial. Oleh karena itu tidak mengejutkan bila mempunyai rekan sekerja yang ramah dan mendukung menghantar ke kepuasan kerja yang meningkat. Perilaku atasan juga merupakan determinan utama dari kepuasan. Umumnya studi mendapatkan bahwa kepuasan karyawan meniugkat bila penyelia langsung bersifat ramah dan dapat memahami, memberi pujian untuk kinerja yang baik, mendengarkan pendapat karyawan, dan menunjukkan suatu minat pribadi pada mereka.

Kerangka Konsep dan Hipotesis

Menurut Sekaran (2006) kerangka teoritis adalah model konseptual yang berkaitan dengan bagaimana seseorang menyusun teori atau menghubungkan secara logis beberapa faktor yang dianggap penting untuk masalah.


Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
20





Adanya gap penelitian dari penelitian-penelitian yang ada, Pearce dan Gerald (2011) menyimpulkan bahwa kepuasan komunikasi tidak berkolerasi secara signifikan dengan kinerja. Hal ini sejalan dengan Goris (2007) bahwa komunikasi tidak selalu berpengaruh terhadap kinerja. Sedangkan Novita et al. (2002) menemukan komunikasi yang efektif antara atasan dan bawahan sangat berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai sehingga kinerja akan lebih optimal. Pada penelitian ini terdapat tiga variabel yaitu komunikasi sebagai variabel (X), kepuasan kerja variabel (Y), dan kinerja karyawan variabel (Z).

Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

H1:   Terdapat pengaruh signifikan komunikasi terhadap kepuasan kerja karyawan

Pada penelitian yang dilakukan oleh Ali dan Haider (2012) dikemukakan bahwa ada dampak signifikan dari tiga dimensi komu-nikasi pada kepuasan kerja. Novita et al. (2002) juga mengemukakan komunikasi efektif antara atasan dan bawahan sangat berpengaruh terha-dap kepuasan kerja pegawai. Selanjutnya terdapat pengaruh langsung dari karakteristik individu, komunikasi yang efektif dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Sudiro dan Sumanang (2005) menyebutkan bahwa komu-nikasi efektif berpengaruh terhadap kepu-asan kerja karyawan. Berdasarkan temuan dari penelitian-penelitian tersebut dapat dikemu-kakan bahwa komunikasi berkolerasi erat dengan kepuasan kerja Oleh karena itu perlu diuji apakah komunikasi memberikan pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan dengan merumuskan hipotesis sebagai berikut:

H2:    Terdapat      pengaruh            signifikan

komunikasi           terhadap           kinerja
karyawan

Pada penelitian Trijaya (2012) menge-mukakan kompensasi, pelatihan, dan komu-nikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dan yang menjadi variabel dominan adalah kompensasi.

Hariyanti dan Primawesri (2011) juga mengemukakan motivasi dan komunikasi




berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan melalui komitmen organisasi.

Sedangkan penelitian Rachmadi (2010) motivasi, partisipasi, dan komunikasi berpe-ngaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan temuan dari penelitian-penelitian tersebut dapat dikemukakan bahwa komunikasi berkolerasi erat dengan kinerja karyawan Oleh karena itu perlu diuji apakah komunikasi mem-berikan pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan merumuskan hipo-tesis sebagai berikut:

H3:   Terdapat pengaruh signifikan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan

Beberapa penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa adanya hubungan positif secara langsung antara kepuasan kerja dan kinerja karyawan.

Pada penelitian Goris et al. (2007) menemukan bahwa kepuasan dengan komu-nikasi memiliki kelemahan apabila dimediasi oleh pekerjaan individu dan kepuasan kerja memiliki pengaruh kuat terhadap kinerja karyawan. Kumari (2011) menunjukan penga-ruh aspek lain dari kepuasan kerja (budaya, komunikasi kepemimpinan, komitmen organi-sasi, konten, pelatihan, penghargaan dan kesempatan pengakuan, berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Pushpakumari (2008) membuktikan bahwa semakin karyawan puas maka kinerjanya juga akan meningkat. Berdasarkan temuan dari penelitian-penelitian tersebut dapat dikemu-kakan bahwa kepuasan kerja berkolerasi erat dengan kinerja karyawan Oleh karena itu perlu diuji apakah kepuasan kerja memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan merumuskan hipotesis sebagai berikut:

H4:   Komunikasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan dimediasi oleh kepuasan kerja

Pada penelitian Carriere dan Bourque (2009) menunjukan bahwa dalam komunikasi berpengaruh terhadap komitmen organisasi yang dimediasi oleh kepuasan kerja. Sedangkan Gray dan Laidlaw (2002) mengemukakan bah-wa umpan balik personal, komunikasi penga-was, komunikasi horizontal dan iklim


Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
21





komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan karyawan dan kinerja karyawan.

Berdasarkan temuan dari penelitian-penelitian tersebut dapat dikemukakan bahwa kepuasan kerja mampu berkolerasi erat dengan komunikasi dan kinerja karyawan baik secara langsung ataupun secara mediasi. Oleh karena itu perlu diuji apakah peran mediasi kepuasan kerja mampu memberikan pengaruh signifikan terhadap komunikasi dan kinerja karyawan dngan merumuskan hipotesis sebagai berikut:

Untuk lebih jelasnya, kerangka konsep penelitian ini dapat dilihat pada gambar 3.1.











Gambar 1 Kerangka Konseptual Penelitian

METODE
Rancangan Penelitian

Penelitian ini berlandaskan pada para-digma positivisme. Pelopor aliran “positivis-me”, sosiolog Antonio Comte (1798–1857) memandang bahwa realitas, gejala, ataupun fenomena dapat diklasifikasikan, teramati, terukur, empiris dan hubungannya bersifat sebab akibat. Penjabaran dari pemikiran positi-visme ialah pendekatan kuantitatif. Pendekatan ini bertujuan untuk mendeskripsi, mengon-firmasi, dan membuktikan hipotesis terhadap fenomena yang diamati. Pendekatan kuantitatif juga mengumpulkan dan menga-nalisis data, menggunakan strategi survei dan eksperimen, melakukan pengukuran dan observasi, serta pengujian teori dengan uji statistik. Tujuan dan metode dalam pendekatan kuantitatif berlan-daskan pada paradigma positif sehingga peneli-tian ini dapat disebut penelitian dengan pendekatan kuantitatif.

Lebih spesifik lagi, berdasarkan rumusan masalah dan tujuan dalam penelitian ini, maka jenis penelitian ini bersifat explanatory. Suatu penelitian yang bersifat explanatory umumnya bertujuan untuk menjelaskan kedudukan varia-bel-variabel yang diteliti serta hubungan dan pengaruh antara satu variabel dengan variabel lain Sugiyono (2011).




Sampel

Arikunto (2010) mendefinisikan bahwa “sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti”. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah (probabilitas sampling), sedangkan teknik pengambilan

sampel menggunakan (simple random sampling). Pemilihan teknik ini didasarkan pada alasan karena anggota populasi dianggap homogen sebab populasi yang diambil berada pada unit yang sama yaitu karyawan divisi produksi PT. Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung sejumlah 245 orang yang kemudian dapat diperoleh sampel sejumlah 151,937 yang dibulatkan menjadi 152 orang pada e = 5%.

Pengujian Instrumen

Kuisioner yang akan digunakan sebagai alat pengumpul data terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya dengan cara meng-hitung nilai validitas dan reliabilitas. Pengujian ini dimaksudkan untuk mengukur tingkat kelayakan kuesioner sebagai alat pengumpul data.

Validitas

Uji validitas digunakan sebuah instrumen agar hasilnya dapat valid. Maksud dari valid disini adalah dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Arikunto (2010) menyebutkan bahwa “validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen”

Reliabilitas

Reliabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan sesuatu. Arikunto (2010) menge-mukakan bahwa “reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik”. Untuk menguji digunakan Alpha Cronbach. Dimana suatu instrumen dinyatakan reliable apabila koefisien reliabilitas (Alpha Cronbach) lebih besar dari 0.60.

Teknik Analisis Data

Penelitian juga bertujuan untuk memprediksi dan mengembangkan teori. Melihat bentuk model dan jumlah variabel endogen yang lebih dari satu, maka teknik analisis yang tepat digunakan ialah model


Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
22





persamaan struktural (Structural Equation Modelling – SEM) berbasis varian atau partial least square (PLS).

Menurut Jogiyanto (2011) PLS adalah analisis SEM berbasis varian yang secara simultan dapat melakukan pengujian model pengukuran sekaligus pengujian model sktruktural. Penggunaan SEM berbasis PLS sama dengan penggunaan regresi linier ber-ganda, yaitu memaksimalkan varian yang dijelaskan pada variabel laten endogen (variabel tergantung) dengan analisis tambahan yaitu penilaian kualitas data yang didasarkan pada karakteristik model pengukuran.

Penggunaan PLS dalam penelitian ini didasarkan pada beberapa pertimbangan yaitu

(1)   PLS dapat digunakan untuk menguji efek prediksi hubungan antar variabel laten, (2) PLS tidak mensyaratkan data terdistribusi normal (indikator dengan skala kategori, ordinal, interval sampai ratio dapat digunakan pada model yang sama), sampel tidak harus besar (Ghozali, 2011), dan pendekatan regresi (analisis path) dalam PLS-SEM yang berbasis varian lebih cocok digunakan dibandingkan dalam SEM yang berbasis kovarian seperti AMOS dan LISREL.

PLS-SEM bertujuan untuk menguji hubungan prediktif antar konstruk dengan melihat apakah ada hubungan atau pengaruh

Tabel 1 Uji Validitas Konvergen




antar konstruk tersebut. PLS sebagai model prediksi tidak mengasumsikan distribusi ter-tentu untuk mengestimasi parameter yang memprediksi hubungan kausalitas. Karena itu, teknik parametrik untuk menguji siginifikansi parameter tidak diperlukan dan model evaluasi untuk prediksi bersifat non-parametrik. Model evaluasi PLS dilakukan dengan menilai outer model dan inner model.

HASIL DAN PEMBAHASAN Evaluasi Model Pengukuran

Model penelitian ini terdiri dari empat konstruk diantaranya komunikasi, kepuasan kerja, dan kinerja karyawan. Evaluasi model pengukuran merupakan tahapan untuk menge-valuasi validitas dan reliabilitas suatu konstruk.

Evaluasi Validitas Konstruk

Evaluasi validitas konstruk dilakukan dengan menghitung validitas konvergen dan validitas diskriminan. Validitas konvergen diketahui melalui loading factor. Suatu instrument dikatakan memenuhi pengujian validitas konvergen apabila memiliki loading factor diatas 0.6. Hasil pengujian validitas konvergen disajikan dalam Tabel 5.9, sebagai berikut:




Loading Estimate
SE
T-Statistic
Keterangan





Kom1 <- Komunikasi
0.747
0.052
14.463
Valid





Kom2 <- Komunikasi
0.764
0.045
16.794
Valid





Kom3 <- Komunikasi
0.770
0.051
15.074
Valid





Kom4 <- Komunikasi
0.721
0.064
11.309
Valid





KK1 <- Kepuasan Kerja
0.795
0.048
16.668
Valid





KK2 <- Kepuasan Kerja
0.792
0.047
16.970
Valid





KK3 <- Kepuasan Kerja
0.843
0.036
23.251
Valid





KK4 <- Kepuasan Kerja
0.732
0.071
10.273
Valid





KK5 <- Kepuasan Kerja
0.767
0.065
11.738
Valid





KK6 <- Kepuasan Kerja
0.731
0.066
11.010
Valid





K1 <- Kinerja
0.817
0.039
21.166
Valid





K2 <- Kinerja
0.817
0.040
20.323
Valid





K3 <- Kinerja
0.779
0.057
13.611
Valid





K4 <- Kinerja
0.772
0.041
18.666
Valid







Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
23




Loading Estimate
SE
T-Statistic
Keterangan





K5 <- Kinerja
0.724
0.060
11.999
Valid








Sumber: Data Primer diolah, 2015

Berdasarkan Tabel 1, dapat diketahui bahwa terdapat semua indicator yang mengukur variabel komunikasi, kepuasan kerja, dan

Tabel 2 Validitas Diskriminan




kinerja karyawan bernilai lebih besar dari 0.6. Dengan demikian indikator tersebut dinyatakan valid untuk mengukur variabelnya.




Komunikasi
Kepuasan Kerja
Kinerja




Komunikasi1
0.747
0.592
0.651




Komunikasi2
0.764
0.575
0.610




Komunikasi3
0.770
0.586
0.620




Komunikasi4
0.721
0.612
0.599




Kepuasan Kerja1
0.593
0.795
0.624




Kepuasan Kerja2
0.676
0.792
0.686




Kepuasan Kerja3
0.735
0.843
0.732




Kepuasan kerja4
0.589
0.732
0.613




Kepuasan Kerja5
0.560
0.767
0.640




Kepuasan Kerja6
0.493
0.731
0.629




Kinerja1
0.676
0.729
0.817




Kinerja2
0.651
0.647
0.817




Kinerja3
0.640
0.623
0.779




Kinerja4
0.670
0.685
0.772




Kinerja5
0.593
0.607
0.724




Sumber: Data Primer diolah, 2015



Berdasarkan pengukuran validitas diskriminan pada Tabel 2, dapat diketahui bahwa secara keseluruhan indikator-indikator dari variabel komunikasi, kepuasan kerja, dan kinerja karyawan menghasilkan loading factor yang lebih besar dibandingkan dengan cross correlation pada variabel lainnya. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa masing-



masing indikator mampu mengukur variabel laten yang bersesuaian dengan indikatornya.

Hasil perhitungan diskriminan reliability (AVE), cronbach alpha dan composite reliability dapat dilihat melalui ringkasan yang disajikan dalam Tabel 5.11, sebagai berikut:




Tabel 3 Perhitungan Diskriminan Reliability (AVE), Cronbach Alpha Dan Composite Reliability

AVE
Composite Reliability
Cronbachs Alpha




Komunikasi
0.563
0.838
0.741




Kepuasan Kerja
0.605
0.902
0.869




Kinerja
0.612
0.887
0.841




Sumber: Data Primer diolah, 2015



Berdasarkan Tabel 5.11, dapat diketahui bahwa nilai diskriminan reliability (AVE) pada variabel komunikasi sebesar 0.563, variabel



kepuasan kerja sebesar 0.605, dan variabel kinerja karyawan sebesar 0.612. Hasil tersebut menunjukkan nilai yang lebih besar dari 0.5.


Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
24





Dengan demikian, berdasarkan perhitungan diskriminan reliability (AVE) semua indikator dinyatakan reliabel dalam mengukur variabel latennya.




Adapaun hasil Goodness of fit Model yang telah diringkas dalam Tabel 5.12, sebagai berikut:




Tabel 4 Hasil Goodness of fit Model


Variabel
R2

Kepuasan Kerja
0.621

Kinerja Karyawan
0.780
Q2 = 1 – ( 1 – R12) ( 1 – R22 ) Γ¨ Q2 = 1 – ( 1 – 0.621) ( 1 – 0.780) = 0.917 Sumber: Data Primer diolah, 2015
 


Hasil pengujian signifikansi dapat diketahui melalui Tabel 5, sebagai berikut:

Tabel 5 Hasil Pengujian Signifikansi
Eksogen
Endogen
Koefisien Jalur
SE
t-Statistic
P Values
Komunikasi
Kepuasan Kerja
0.788
0.066
11.928
0.000






Komunikasi
Kinerja
0.427
0.126
3.401
0.000






Kepuasan Kerja
Kinerja
0.507
0.135
3.748
0.000






Sumber: Data Primer diolah, 2015

Hasil pengujian indirect effect dapat dilihat melalui ringkasan dalam Tabel 5.14, sebagai berikut:

Tabel 6 Hasil Pengujian Indirect Effect
Eksogen
Endogen

Mediasi
Indirect
SE
t-Statistic
P Values








Komunikasi
Kinerja

Kepuasan Kerja
0.399
0.112
3.576
0.000








Sumber: Data Primer diolah, 2015









Pembahasan dan Implikasi penelitian

Pengaruh komunikasi terhadap kepuasan kerja karyawan

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa komunikasi berpengaruh positif secara langsung terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Pabrik kertas Setia Kawan Makmur Seja-htera Tulungagung. Dalam penelitian ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Hariandja (2002:96) yaitu Komunikasi merupakan bagian yang penting dalam kehi-dupan kerja. Hal ini mudah dipahami sebab komunikasi yang tidak baik bisa mempunyai dampak yang luas terhadap kehidupan orga-nisasi, misalnya konflik antar karyawan,

kesenjangan karyawan dan sebaliknya komunikasi yang baik dapat meningkatkan pengertian, kerjasama, dan juga kepuasan kerja karyawan. Beberapa penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa adanya hubungan positif secara langsung antara komunikasi dan



kepuasan kerja. Pada penelitian yang dilakukan oleh Ali dan Haider (2012) dikemukakan bah-wa ada dampak signifikan dari tiga dimensi komunikasi pada kepuasan kerja. Novita et al. (2002) juga mengemukakan komunikasi efektif antara atasan dan bawahan sangat berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai. Selanjutnya terdapat pengaruh langsung dari karakteristik individu, komunikasi yang efektif dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Sudiro dan Sumanang (2005) menyebutkan bahwa komu-nikasi efektif berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan.

Dalam penelitian ini, indikator iklim komunikasi memiliki loading factor terbesar dibandingkan dengan indikator lainnya. Hal ini menunjukan bahwa karyawan PT. Pabrik kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung. mendapatkan informasi yang cukup untuk mengerjakan pekerjaannya sehingga hal ini mendorong mereka untuk menyelesaikan


Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
25





pekerjaan dengan baik dan cenderung mening-katkan kepuasan kerja mereka. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Akkriman dan Harris (2005) yang mengatakan bahwa iklim organisasi mencakup kepuasan dengan perluasan dimana komunikasi dalam organisasi memotivasi dan merangsang karyawan untuk memenuhi tujuan organisasional serta perluasan tersebut membuat para karyawan mengenali organisasinya.

Pengaruh komunikasi terhadap kinerja karyawan

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa komunikasi berpengaruh positif secara lang-sung terhadap kinerja karyawan PT. Pabrik kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulung-agung.

Penelitian ini didukung oleh teori Robbins (2013) yang mengemukakan bahwa Komu-nikasi membantu perkembangan motivasi dengan menjelaskan kepada karyawan apa yang harus dilakukan, bagaimana mereka bekerja baik dan apa yang dikerjakan untuk memper-baiki kinerja jika di bawah standar. Beberapa penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa adanya hubungan positif secara langsung antara komunikasi dan kinerja karya-wan. Pada penelitian Trijaya (2012) menge-

mukakan kompensasi, pelatihan, dan komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dan yang menjadi variabel dominan adalah kompensasi. Hariyanti dan Primawesri (2011) juga mengemukakan motiv-asi dan komunikasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan melalui komitmen organisasi. Sedangkan penelitian Rachmadi (2010) motivasi, partisipasi, dan komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

Berdasarkan hasil penelitian, nilai rata-rata item paling tinggi yang dijawab oleh responden adalah rekan kerja dari indikator iklim komunikasi. Para karyawan PT. Pabrik kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung merasa nyaman berkomunikasi dengan rekan kerja sesama divisi. Sehingga hal ini dianggap oleh karyawan sebagai salah satu faktor penting yang mendorong untuk meningkatkan produkti-fitas dan kinerja mereka. Sejalan dengan pene-litian yang dilakuakn oleh Rachmadi (2010) yang mengatakan bahwa motivasi, partisipasi rekan kerja, dan komunikasi berpengaruh




positif secara langsung terhadap kinerja karya-wan.

Pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kepuasan kerja positif secara langsung berpe-ngaruh terhadap kinerja karyawan PT. Pabrik kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung.

Penelitian ini didukung teori Menurut pendapat Robbins (2013) mengemukakan bah-wa kepentingan manajer pada kepuasan kerja cenderung berpusat efeknya pada kinerja karyawan”. Beberapa penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa adanya hubungan positif secara langsung antara kepuasan kerja dan kinerja karyawan. Pada penelitian Goris et al. (2007) menemukan bahwa kepuasan dengan komunikasi memiliki kelemahan apabila dimediasi oleh pekerjaan individu dan kepuasan kerja memiliki pengaruh kuat terhadap kinerja karyawan. Kumari (2011) menunjukan pengaruh aspek lain dari kepuasan kerja (budaya, komunikasi kepemimpinan, komitmen organisasi, konten, pelatihan, peng-hargaan dan kesempatan pengakuan, berpe-ngaruh terhadap kinerja karyawan. Push-pakumari (2008) membuktikan bahwa semakin karyawan puas maka kinerjanya juga akan meningkat.

Dalam penelitian ini, penghargaan merupakan salah satu indikator yang mempu-nyai loading factor yang paling tinggi daripada indikator yang lainnya. Bahwa karyawan merasa terpuaskan dalam bekerja dikarenakan penghargaan prestasi berupa promosi telah sesuai dengan yang mereka inginkan maka kinerja karyawan PT. Pabrik kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung secara otomatis akan meningkat dan tujuan perusahaan akan tercapai. Penelitian ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Robbins (2013) bahwa karyawan menginginkan sistem pembayaran kebijakan promosi yang adil dan sesuai dengan harapan mereka. Ketika kompensasi pekerjaan diberikan berdasarkan tuntutan pekerjaan, level, ketrampilan individu, dan serta standar pembayaran komunitas, maka berpotensi memunculkan kepuasan kerja karyawan.


Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
26





Pengaruh Komunikasi terhadap Kinerja Karyawan dengan dimediasi oleh Kepuasan Kerja

Dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa peran kepuasan kerja memediasi komu-nikasi dan kinerja karyawan berpengaruh positif. Dengan demikian kepuasan kerja mampu memediasi komunikasi dan kinerja karyawan pada karyawan PT. Pabrik Kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung.

Penelitian ini didukung penelitian yang sudah dilakukan bahwa adanya hubungan peran kepuasan kerja memediasi komunikasi dan kinerja karyawan. Pada penelitian Carriere dan Bourque (2009) menunjukan bahwa dalam komunikasi berpengaruh terhadap komitmen organisasi yang dimediasi oleh kepuasan kerja. Sedangkan Gray dan Laidlaw (2002) mengemukakan bahwa umpan balik personal, komunikasi pengawas, komunikasi horizontal dan iklim komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan karyawan dan kinerja karyawan.

Hal ini menunjukan indikator kepuasan penghargaan memiliki peran penting dalam memidiasi kepuasan kerja karyawan. Namun disisi lain indikator kepuasan pekerjaan memiliki nilai terendah, bahwa karyawan belum cukup puas terhadap pekerjaannya, dimana tercermin dari respon karyawan dari menjawab pertanyaan yang masih rendah. Baik disebabkan oleh beberapa aspek berupa dari aspek pekerjaan mereka atau lingkungan kerja. Oleh karena itu, perusahaan harus mampu memberikan rasa aman dan mampu membuat karyawan lebih berinisiatif untuk menciptakan inovasi-inovasi yang baru sehingga akan membangun kepercayaan diri karyawan dan hal ini cenderung untuk meningkatkan kepuasan kerjanya.

Keterbatasan Penelitian Keterbatasan penelitian ini, antara lain:

a)    Tanggapan atau jawaban responden yang kurang menggambarkan kondisi yang sebenarnya dengan alasan, antara lain:

1.   Adanya kesibukan dan keterbatasan waktu yang dimiliki oleh responden

2.   Adanya perasaan takut dari sebagian responden bahwa jawaban yang diberi-kan akan mempengaruhi penilaian ten-tang diri responden sendiri.




b)   Penelitian hanya dilakukan pada bagian produksi. Penerapan pada bagian lain belum tentu sesuai dengan hasil penelitian ini.

Implikasi Teoritis

Berdasarkan hasil penelitian maka impli-kasi teoritis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.        Penelitian ini memberikan tambahan refe-rensi hasil studi terkait penerapan komunikasi di suatu perusahaan di Indonesia kedepannya. Oleh sebab itu, penelitian yang akan dating dapat mempertimbangkan untuk mengeksplor lebih dalam lagi faktor komunikasi, mengingat banyak perusahaan di Indonesia yang sedang berkembang pesat, yang memungkinkan penerapan komunikasinya masih belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan perusahaan tersebut.

2.        Komunikasi berpengaruh langsung terha-dap karyawan dikarenakan komunikasi yang efektif secara langsung dirasakan oleh karyawan. Komunikasi yang efektif merupakan variabel yang memberikan pengaruh paling dominan terhadap kinerja karyawan. Oleh Karena itu, hal ini dapat

menjadi acuan bagi peneliti selanjutnya untuk lebih mengembangkan indicator lain dari komunikasi.

3.    Kepuasan kerja dalam penelitian ini menjadi pemediasi komunikasi terhadap kinerja karyawan. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa kepuasan kerja meru-pakan pemediasi sempurna. Temuan ini menjadi dasar bagi pengambang variabel kepuasan kerja sebagai pemediasi untuk penelitian berikutnya yang berhubungan dengan komunikasi dan kinerja karyawan.

Implikasi Praktis

Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan terkait dengan temuan penelitian:

1.        komunikasi dan kepuasan kerja memiliki pengaruh langsung terhadap kinerja karya-wan yang dilakukan pada karyawan produksi PT. Pabrik Kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung. Hendak-nya perusahaan mampu membuat para karyawan bawahan mengagumi, menghor-mati dan mempercayai pimpinannya agar tujuan yang diharapkan perusahaan akan tercapai dengan komunikasi yang efektif yang dilakukan oleh karyawan atasan dan


Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
27





karyawan bawahan. Meningkatkan ke-mampuan pemimpin dalam berkomu-nikasi menumbuhkan antuisme dan optimisme serta memberikan rangsangan menumbuhkan ide-ide baru, memberikan solusi yang krearif terhadap permasalahan-

permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan.

2.        Kepuasan kerja berperan sebagai peme-diator pada komunikasi terhadap kinerja karyawan. Kepuasan kerja memiliki peranan penting untuk mendukung meningkatkan kinerja karyawan. Pening-katan kepuasan kerja karyawan dapat dilakukan dengan memberikan dorongan terhadap individu untuk dapat mebuat sesama karyawan merasa puas bekerja diperusahaan.

3.        Pengujian hipotesis juga membuktikan bahwa komunikasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan secara tidak langsung, pengaruh tersebut memerlukan mediasi kepuasan kerja. Meningkatkan kinerja karyawan harus memperhatikan faktor pendukung, dalam hal ini adalah kepuasan kerja. Artinya dengan pelaksanaan komu-nikasi yang efektif untuk meningkatkan kinerja karyawan, tidak akan terwujud jika tidak ditopang oleh indikator-indikator kepuasan kerja yang baik.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dalam penelitian ini, berikut beberapa kesim-pulan yang dapat diambil:

1.    Komunikasi dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan PT. Pabrik kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung. Hubungan baik antara atasan dan bawahan, adanya umpan balik, iklim komunikasi yang mendukung serta perspektif organisasi yang terarah dapat menambah kepuasan kerja karyawan lebih optimal. Dalam perusahaan PT. Pabrik kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung telah mampu mengkomunikasikan pekerjaan terhadap karyawannya sehingga membuat karyawan merasa puas dengan adanya peran komunikasi yang efekftif dan perhatian dari perusahaan.

2.    Komunikasi dapat meningkatkan kinerja karyawan PT. Pabrik kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung. Bila komunikasi efektif dapat terwujud maka




produktifitas karyawan akan semakin tinggi. Dengan komunikasi yang efektif karyawan tidak akan mengalami kebingungan dalam melaksanakan SOP yang dibuat oleh peru-sahaan sehingga kinerja yang dihasilkan semakin baik. Karyawan akan merasa dilibatkan dengan adanya komunikasi dua arah yang terstruktur dan umpan balik yang dihasilkan dari komunikasi dua arah tersebut, baik antar atasan, antar bawahan, ataupun antara atasan dan bawahan.

3.    Kepuasan kerja dapat meningkatkan kinerja karyawan PT. Pabrik kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung dikare-nakan semakin banyak aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan individu maka semakin tinggi tingkat kepuasan kerja yang dirasakan dan dapat memicu karyawan untuk bekerja dengan lebih optimal.

4.    Kepuasan   kerja   memiliki   peran   dalam

memediasi komunikasi dan kinerja karyawan PT. Pabrik kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung. Jadi pimpinan sebaiknya tidak hanya mengko-munikasikan perintah-perintah pekerjaan saja kepada karyawan bawa-hannya, informasi berupa gaji, penghargaan, kesempatan promosi juga harus dikomu-nikasikan secara terbuka. Dengan adanya

keterbukaan informasi tersebut maka karyawan merasa puas terhadap sistem

kelola perusahaan dan secara tidak langsung akan mempengaruhi meningkatnya kinerja karyawan tersebut.

Lebih lanjut, perusahaan PT. Pabrik kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulung-agung terlebih dahulu memberikan dan menciptakan kepuasan kerja karyawan untuk meningkatkan kinerja mereka. Dengan kata lain, perusahaan PT. Pabrik kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung memperhatikan dan fokus pada kepuasan kerja karyawan dengan memberikan penghargaan, menciptakan kondisi kerja yang baik, lingkungan kerja yang nyaman dan memberikan gaji yang sesuai dengan apa yang telah karyawan lakukan pada perusahaan.

Daftar Pustaka

Ali, Akbar and Haider, Jahanzaid. 2012. Impact of internal organizational communication on employee job satisfaction – Case of some


Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
28





Pakistani Bank, Global Advanced Research journal of management and Business Studies. Vol 1(x), pp 038-044

Akkirman, Ali D dan Harris, Drew L. 2005. Organizational Communication Satisfaction In The Virtual Workplace. Journal of Mana-gement Development vol.24 no.5. Diakses 2015.

Arifa, S. L. 2013. Audit Operasional Untuk Menilai Efektivitas Fungsi Sumber Daya Manusia ( Studi Kasus Pada Pabrik Kertas Pt. Setia Kawan Makmur Sejahtera ). Skrip-si. Malang: Program Strata 1 Uni-versitas Brawijaya.

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Peneli-tian: Suatu Pendekatan Praktek Jakarta: Rineka Cipta.

Bayangkara, IBK. 2011. Audit Manajemen (Prosedur dan Implementasi). Jakarta: Sa-lemba Empat.

Boynton, W. C., Ziegler, R. E., and Kell W. G. 2006. Modern auditing jilid 1 dan 2 (Edisi 7). (Alih bahasa Ichsan, S. B., Herman, B.). Jakarta: Erlangga.

Bernardin and Russel. 2006. Manajemen Sum-ber Daya Manusia. Diterjemahkan oleh Bambang Sukoco. Bandung: Armico.

Brahmasari, Ida Ayu dan Suprayetno, Agus. 2008. Pengaruh Motivasi Kerja, Kepe-mimpinan, dan Budaya Organisai terhadap

Kepuasan Kerja Karyawan serta Dampaknya pada Kinerja Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. Pei Hai Internasional Wiratama Indonesia). Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan. Vol.10, No.2.

Brunetto, Yvonne dan Far-Wharton, Rod. 2004. Does The Talk Affect Your Decision To Walk: A Comparative Pilot Study Exami-ning The Effect of Communication Practices on Employee Commitment Post-Mana-gerialism. Journal of Management Decision, (online). Vol 42 no.3. Diakses 2015.

Carriere, Jules and Bourque, Christoper. 2009. The effects of organizational commu-nication on job satisfaction and organi-zational commitment in a land ambulance service and the mediating role of commu-nication satisfaction, Journal of career Development International. Vol 14, No 1, pp 29-49.

Dharma, Surya dan Sunatrio, Yuanita. 2002. Human Resource Scorecard: Suatu Model Pengukuran Kinerja Sumberdaya Manusia. Jogjakarta: Amara Books.




Djati, S. Pantja. Dan Adiwijaya Michael. 2010.

Pengukuran Kinerja Personil Perwira, Bintara, dan PNS pada Polwitabes Surabaya. Jurnal Mitra Ekonomi dan Manajemen Bisnis. Vol. 1 No. 1. 26-45.

Dessler, G. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia jilid 2 (Edisi Indonesia). (Terjemahan Mulan, B). Jakarta: Pren-hallindo.

Effendy, Onong Uchjana. 2009. Ilmu Komu-nikasi: Teori dan Praktek. Bandung: PT. Remaja Roesdakarya.

Flippo, Edwin B. 2009, Manajemen Perso-nalia, Jilid I. Jakarta: Erlangga

Gibson, James L. Ivancevich, John M, et al. 2012. Organization Behavior Structure Pro-cesses. Eight Edition. Boston: Richard D Irwin Inc Homewood.

Gitusudarmo, Indriyo & Sudita, I Nyoman. 2008. Perilaku Keorganisasian Edisi Per-tama. Yogyakarta: BPFE.

Goris, J.R., Vaught, Bobby C., dan Petit Jr, John D. 2007. Effects of communication direction on job performance and satis-faction: A moderated Regression. The Jurnal Of Management Development. Vol. 26, No. 8, pp. 737-52.

Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multi-variate Dengan Program IBM SPSS 19 (edisi kelima.) Semarang: Universitas Dipo-negoro

Gray, Judy and Laidlaw, Heather. 2002. Part-Time Employment And Communication Satisfaction In An Australia Retail Orga-nization. Journal Of Employee Relations, (online). Vol. 24 no 2. Diakses 2015

Gordon E. 2005. Forms of Market Orientation

in UK Companies. Journal of Management
Studies, Vol 32:1, January.
Gumilar,  Eko  A.   2010.   Pengaruh  Faktor-

Faktor  Kepuasan kerja  terhadap  Kinerja
Karyawan PT.   X.    Jakarta:  UIN    Jakarta
Press.
Halawet, Sonya. 2007. Pengaruh Komunikasi
Efektif  antara  Atasan  Dan  Bawahan  Ter-

hadap  Kepuasan  Kerja  Karyawan  (Studi
pada Unit bengkel Jasa Pemeliharaan Kilang
PT.   PERTAMINA   UP    V   Balikpapan,
Kalimantan   Timur).     Tesis.     Universitas
Brawijaya.
Handoko, T. Hani. 2013. Manajemen Edisi 2.
Yogyakarta: BPFE.


Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
29





Hardjito, Dydiet. 2001. Teori Organisasi dan Teknik Pengorganisasian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Hariandja, Marihot Tua Efendi. 2002. Manajemen Sumberdaya Manusia Penga-daan, Pengembangan, Pengkompensasian, dan Peningkatan Produktivitas Pegawai. Jakarta: PT Gramedia.

Hariyanti dan Primawesri, Intan. 2011. Pengaruh komunikasi dan motivasi terhadap Kinerja Pesawat dengan komitmen Orga-nisasi sebagai Variabel Moderating. Thesis. STIE AUB Surakarta dan Universitas Setia Budi Surakarta.

Hasibuan, Malayu SP. 2011. Manajemen Sumberdaya Manusia Edisi Kedua. Jakarta: Bumi Aksara.

Jogiyanto. 2011. Structural Equation Modeling. Konsep dan Aplikasi Berbasis

Varian dalam Penelitian Bisnis. UPP STIM YKPN, Yogyakarta.

Kumari, Neeraj. 2011. Job Satisfaction of the employees at the Workplace, European Journal of Business and Management, (online). Vol 2, no,4 (www.iis.org). Diakses 2015.

Luthan, Fred. (2011). Organizational Behavior. Twelfth Edition. NY : McGraw-Hill/Irwin Lewis, 2004, Kinerja organisasi : Yogyakarta :

UGM

Machfoedz, Mahmud. 2002. Dasar-dasar Komunikasi Bisnis. Yogyakarta: UPP AMP YKPN

Mangkunegara, Anwar Prabu. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia Peru-sahaan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Martoyo, Susilo. 2007. Manajemen Sumber daya Manusia. Yogyakarta: BPFE.

Muhammad, Arni. 2009. Komunikasi Orga-nisasi Edisi Kedelapan. Jakarta: Bumi Aksara.

Munandar, A. S. 2001. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: Universitas Indonesia (UI Press).

Newstrom, John W. & Keith Davis. 2004. Peri-laku dalam organisasi Edisi ke 7. Jakarta:
ERLANGGA.

Nimran, Umar. 2009. Perilaku Organisasi Edisi Revisi. Surabaya: CV Citra Media Karya Anak Bangsa.

Nitisemito, Alex S. 2006. Manajemen Perso-
nalia  (Manajemen Sumberdaya Manusia)
Edisi Kedua. Jakarta: Ghalia Indonesia




Novita, Nita., Salim, Ubud., dan Troena, Eka Afnan. 2002. Pengaruh Karakteristik Indi-vidu, Komunikasi Efektif dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan (Studi pada karyawan Tetap PT. Tambang Batubara Bukit Asam). Malang: Universitas Brawijaya.

Pace, R. Wayne & Faules, Don F. 2013. Komu-nikasi Organisasi Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

Patricia, Helen. 2007. Audit Operasional atas Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia pada PT. ABC. Skripsi Universitas Bina Nusantara. Diunduh dari http://library-

.binus.ac.id/eColls/eThesis. Pada 2015.
Pearce, C. Gleen., dan Segal, Gerald J. 2004.

Effects of Organizational Communication Satisfaction on Job Performance and Firm Growth in Small Business. SBIDA. No. 98 sbi. 178.

Pramono, Yogi. 2012. Audit Manajemen Sebagai Upaya untuk Menilai Efektivitas Fungsi Sumber Daya Manusia pada PT. PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan Malang. Skripsi. Malang: Program Strata 1 Universitas Brawijaya.

Purwanto, Sony B. 2012. Pengaruh Komunkasi, Motivasi dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Thesis. Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Malang.

Pushpakumari, M.D. 2008. The Impact of Job
Satisfaction  on    Job   Performance:   An
Empirical Analysis.

Rachmadi, M. 2010. Analisis Pengaruh Motivasi, Partisipasi, dan Komunikasi terha-dap kinerja Karyawan pada PT Bank Riau di kantor Cabang Pasar Pusat Pekanbaru. Thesis. Fakultas Ekonomi dan sosial, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Redding, Senbern, Muhammad, 2001. Komu-nikasi Organisasi, PT.Remaja Rosdakarya, Bandung, 2001:65

Robbins, Stephen P. 2008. Organizational Behavior 10th Edition, Pearson education international. New Jersey: Prentice hall.

Robbins, Stephen P. dan Timothy A. Judge. 2013. Perilaku Organisasi. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

Sapoetra, Yudistira. 2013. Pengaruh Strategi Komunikasi Terhadap Kinerja Individu Dan Kepuasan Kerja ( Studi Pada: Kepolisian


Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
30





Resort Malang Kota ). Tesis. Malang: Pascasarjana Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Brawijaya.

Sari, Intan. 2009. Audit Manajemen atas fungsi personalia pada PT. Panca Usaha Palopo Plywood (PANPLY). Skripsi Politeknik Negeri Padang. Diunduh dari http://per-pustakaan.poliupg.ac.id/psview.php?id=6e8 42677&page=14. Pada 2015.

Sekaran, Uma. 2006. Research Method for Business: Metode Penelitian untuk Bisnis, Edisi Empat Buku 2. Jakarta : Salemba Empat.

Siagian, Sondang P. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara.

Soetjipto, Budi. 2002. Paradigma Baru-Mana-jemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : Amara Books.

Sudiro, Achmad dan Sumanang, Nona F. A. Pengaruh Komunikasi yang Efektif dalam Organisasi terhadap Kepuasan Kerja Karya-wan pada Bagian Produksi (Studi Pada PT Tirta Investama Pandaan). Tesis. Malang: Universitas Brawijaya.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Sulistiyani,  Ambar  Tegus  &  Rosidah.  2003. Manajemen Sumberdaya Manusia Konsep, Teori,  dan  Pengembangan  dalam  Konteks Organisasi Publik. Yogyakarta: Graha Ilmu. Supriyono.  1990.  Pemeriksaan  Manajemen.

Yogyakarta:  UGM Press.

Susilo, Willy. 2002. Audit SDM Panduan Kom-prehensif Auditor & Praktisi Manajemen SDM serta Pimpinan Organisasi / Peru-sahaan. Jakarta: PT Vorqistatama Bina-mega.

Sutrisno, Edy. 2011. Manajemen Sumber Daya
Manusia. Jakarta: Kencana Predana Media
Group.
Thoha, Miftah. 2002. Perilaku Organisasi Kon-
sep Dasar & Aplikasinya. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.




Tourani, A dan Sadegh R. 2012. Effect Of Employees’ Communication And Parti-cipation On Employess’s Job Satisfaction: An Empirical Study On Airline Companies In Iran, International Conference on Eco-nomics, Trade, and Development. Vol 36. Press. Singapore.

Trijaya. 2012. Pengaruh Kompensasi, Pendi-dikan dan Pelatihan, Komunikasi dan Moti-vasi terhadap Kinerja Karyawan. Tesis. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Tunggal, Amin Widjaja. 1992. Management Audit. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Umar, Husein. 2005. Riset Sumberdaya Manusia dalam Organisasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Undang-Undang Republik Indonesia No 13, Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Undang-Undang Republik Indonesia No 1, Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Valoka, Maria dan Bouradas, Dimitris. 2006.

Antecedent And Cosequences Of Organizational Silnce: An Empirical Inves-tigation. Journal Of Employee Relations, (online). Vol. 27 no.5. Diakses 2014.

Wibowo, Eduardus T. 2005. Manajemen Audit atas Fungsi Personalia pada PT. Intraco Penta Tbk. Skripsi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta. Diunduh dari http://lib.atmajaya.ac.id. Pada 28 agustus 2014.

Widjaja, Florentina. 2007. Pemeriksaan Ope-rasional atas fungsi Personalia pada PT. Profit Booster Indonesia. Skripsi Universitas Kriten Krisa Wacana Jakarta. Diunduh dari http://www.ukrida.ac.id/jkunukr/s1/ek. Pada 28 Agustus 2014.

Wursanto. 2009. Dasar-dasar Ilmu Organisasi.
Yogyakarta: Andi.

Yiantony, Sherly S. 1999. Penerapan Audit Operasional atas Fungsi Personalia pada PT Surya Sakti Utama di Surabaya. Skripsi Universitas Petra Christian. Diunduh dari http://repository.petra.ac.id/5091. Pada 28 agustus 2014.


Hasil Ulasan 
Dalam rangka pelaksanaan tugas softskill Komunikasi Bisnis maka kami melakukan review pada jurnal berikut ini :

Berdasarkan review jurnal diatas dapat diketahui bahwa jurnal tersebut berisi tentang pengaruh komunikasi terhadap kinerja karyawan dengan dimediasi oleh kepuasan kerja.

Dalam jurnal ini, peneliti mempunyai beberapa tujuan yaitu;
1.      Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh komunikasi terhadap kepuasan kerja karyawan
2.      Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh komunikasi terhadap kinerja karyawan
3.      Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan
4.      Untuk mengetahui dan menganalisis  pengaruh kepuasan kerja karyawan memidiasi komunikasi dan kinerja karyawan

Dalam penelitian jurnal ini mempunyai data yang diperoleh dari sampel 152 responden dari karyawan produksi pabrik kertas PT. Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung dengan menggunakan data metode survei langsung dengan instrumen kuisioner. Namun sebaiknya penelitian ini menambahkan sampel responden yang lebih banyak dan tidak hanya karyawan produksi pabrik kertas saja akan tetapi kepada semua karyawan yang bekerja di PT. Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung agar kita dapat mengetahui dan menganalisis lebih luas tentang pengaruh komunikasi terhadap kinerja karyawan dengan dimediasi oleh kepuasan kerja.

Adapun saran lainnya untuk jurnal ini sebaiknya peneliti dapat menambahkan variabel - variabel lainnya yang dipergunakan dalam penelitian ini karena di dalam penelitian ini terdapat informasi komunikasi bisnis dalam pengaruh komunikasi terhadap kinerja karyawan dengan dimediasi oleh kepuasan kerja sehingga informasi yang didapatkan lebih sempurna untuk mengetahui dan menganalisis isi dalam jurnal tersebut dan tujuan penelitiannya dapat ditambahkan informasinya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar