TUGAS
SOFTSKILL
KOMUNIKASI
BISNIS
Disusun
Oleh :
I Gusti Agung Ayu Putu Dewi Nurlitasari (15214034)
Marce
Marthavina Ijanleba (16214349)
Miratannia (16214668)
Fakultas
Ekonomi
UNIVERSITAS
GUNADARMA
DEPOK
Dalam Rangka Pelaksanaan Tugas Softkill Komunikasi Bisnis, maka kami melakukan review pada jurnal berikut ini :
PENGARUH
KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN
DENGAN DIMEDIASI
OLEH KEPUASAN KERJA
(Studi Pada Bagian
Produksi Pabrik Kertas PT. Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung).
Dimas Okta Ardiansyah
Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi dan
Bisnis, Universitas Brawijaya
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui dan
menganalisis pengaruh komunikasi terhadap kepuasan kerja karyawan. (2)
Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh komunikasi terhadap kinerja
karyawan. (3) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kepuasan kerja
terhadap kinerja karyawan. (4) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh
kepuasan kerja karyawan memidiasi komunikasi dan kinerja karyawan. Penelitian
ini merupakan penelitian ekplanatory yang bertujuan untuk, menguji
pengaruh peran mediasi kepuasan kerja terhadap komunikasi dan kinerja karyawan.
Sampel dalam penelitian ini berjumlah 152 responden dan mereka adalah karyawan
bagian produksi pabrik Kertas PT. Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung.
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah (probabilitas
sampling), sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan (simple
random sampling). Pengumpulan data menggunakan metode survei langsung
dengan instrumen kuisioner. Untuk selanjutnya dianalisi menggunakan metode dan
teknik analisis Partial Least Square (PLS) – Structural Equation
Model (SEM). Hasil penelitian menunjukan bahwa komunikasi terhadap kepuasan
kerja, komunikasi terhadap kinerja, kepuasan kerja terhadap kinerja, dan Peran
mediasi kepuasan kerja terhadap komunikasi dan kinerja karyawan mempunyai
pengaruh positif dan signifikan.
Kata Kunci: Komunikasi,
Kepuasan kerja, Kinerja karyawan
Perkembangan era globalisasi mengha-ruskan para pengusaha
untuk memajukan aktivitas usaha mereka. Perkembangan dunia usaha yang pesat
ditandai dengan adanya pertumbuhan dan peningkatan jenis usaha baru. Berbagai
perusahaan dengan skala besar maupun kecil telah berdiri kokoh dan berkembang
sukses untuk memberikan pelaya-nan terbaik bagi masyarakat. Perusahaan itu
sendiri pada dasarnya digunakan sebagai sarana orang-orang untuk berkumpul,
bekerjasama secara sistematis dan terencana dalam meman-faatkan sumber daya
sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan untuk mencapai
tujuan bersama. Persaingan usaha semakin ketat, karenanya perusahaan dituntut
untuk
melaksanakan segala aktivitas operasional mereka dengan efektif dan efisien
agar mampu mempertahankan eksistensinya Arifa (2013). Hal ini tentu saja karena
perusahaan tersebut dihadapkan pada keter-batasan-keterbatasan dalam mengelola
kegiatan
usaha
sehingga memerlukan perencanaan yang tepat dalam operasionalnya. Menurut
Bayang-kara (2011:11-14) ada tiga unsur pen-ting untuk mengembangkan perusahaan
yaitu ekono-misasi, efisiensi dan efektifitas. Ekonomisasi berkaitan dengan
ukuran input yang digunakan dalam berbagai program yang dikelola peru-sahaan
Berbagai permasalahan yang dihadapi saat ini, mengharuskan
perusahaan untuk men-cari solusi yang cepat, tepat, dan akurat. Terutama
permasalahan yang berhubungan dengan sumberdaya manusia dalam peru-sahaan.
Tidak dapat dipungkiri, tenaga kerja merupakan urat nadi, unsur terpenting yang
dibutuhkan oleh perusahaanAncaman nyata terbesar terhadap stabilitas ekonomi
adalah angkatan kerja yang tidak siap untuk menghadapi tantangan-tantangan
maupun peru-bahan-perubahan yang terjadi di sekelilingnya (Sutrisno, 2011:1).
Oleh karena itu, perusahaan perlu mengupayakan terciptanya angkatan kerja
16
|
Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
|
17
|
yang loyal, kreatif inovatif, beorientasi ke depan, dan
mampu berpikir kritis.
Pada beberapa perusahaan besar, rekrutmen tenaga kerja telah
direncanakan secara tertulis beserta anggaran yang diperl-ukan. Biaya yang
dikeluarkan harus sesuai dengan hasil yang diperoleh, yaitu tenaga kerja yang
handal, sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan oleh perusahaan. Selanjutnya,
pihak personalia harus mampu mengelola karyawan sesuai dengan keahlian
masing-masing. Penem-patan yang keliru dapat menimbulkan kere-sahan, turunnya
semangat dan kegairahan kerja, turunnya produktifitas, dan tanggung jawab
karyawan Arifa (2013).
Pabrik kertas PT. Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung
adalah salah satu penghasil kertas umumnya di Indonesia dan khususnya di
Tulungagung. Jenis kertas yang dihasilakan adalah kertas folio, HVS, kertas
koran, kertas pembungkus coklat. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang
berorientasi pada pemaksimalan laba. Peru-sahaan ini bergerak dalam usaha
pembuatan kertas. Sebagai perusahaan yang memiliki tujuan terse-but, diperlukan
profesionalitas dan produk-tivitas kerja yang tinggi sehingga mampu menyediakan
kebutuhan pasar. Dulu-nya perusahaan ini berbadan hukum CV, namun pada tahun
2011 perusahan beralih men-jadi Perseroan Terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa
perusahaan berupaya terus-menerus mengembangkan usaha dan memperbaiki kinerja
internal perusahaan, termasuk kinerja manajemen sumberdaya manusia. Pihak
manajemen diharapkan mampu bersikap lebih efektif dan efisien melalui dukungan
sumber-daya manusia dalam perusahaan agar tujuan perusahaan dapat dicapai
secara maksimal. Komunikasi diperlukan untuk mengetahui apakah manajemen telah
bertindak secara efektif.
Beberapa kendala komunikasi pada Pabrik kertas PT. Setia
Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung, berdasarkan hasil wawancara menunjukan
bahwa komunikasi didalam perusahaan belum berjalan secara maksimal. Hal ini
dikarenakan masih ada hambatan dalam penyampaian suatu informasi dari direktur
kepada karyawan, salah satunya adalah pada bagian produksi. Hambatannya adalah
berupa banyaknya saluran yang harus dilalui seperti contohnya informasi dari
direktur kepada
karyawan masih harus melalui
beberapa manajer dan beberapa kepala bagian. Sehingga kemungkinan berubahnya
informasi akan besar. Hal ini dapat dimaklumi sebab, setiap saluran yang ikut
menyampaian informasi tersebut mempunyai kecenderungan untuk merubahnya sesuai
dengan kepentingan pribadi. Padahal komunikasi yang lancar berkaitan sekali
untuk peningkatan kinerja masing-masing karyawan melalui kepuasan kerja.
Valoka dan Bouradas (2005)
melakukan penelitian tentang kebisuan organisasi, dimana para karyawan tidak
berani mengatakan kebe-naran karena takut akan apa yang terjadi dimasa datang.
Berbagai penelitian telah me-ngemukakan bagaimana mengukur kepuasan kerja dan
kinerja karyawan tersebut, misalnya dari dimensi Vroom (1964), Herzberg (1968),
Schneider dan Alderfer (1973), Locke (1976), Hackman dan Oldham (1976) Menurut
Mang-kunegara (2012:67), disebutkan “kinerja atau prestasi adalah hasil kerja
secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam
melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”.
Salah satu jalan untuk mengatasi semua ini adalah dengan saluran “komunikasi”.
Kesim-pulannya komunikasi yang baik dapat meningkatkan kepuasan pekerjaan yang
nantinya akan mengoptimalkan kinerja karya-wan sehingga tujuan perusahaan dapat
tercapai. Namun dalam penelitian lain, Brahmasari dan Suprayetno (2008)
menunjukkan adanya penga-ruh negatif signifikan antara komunikasi ke atas
terhadap kepuasan kerja. Pelaksanaan aktivitas manajerial pemimpin yang
dijalankan belum tentu mempunyai dampak positif bagi organisasi,
Mengacu dari
penelitian terdahulu, hasil komunikasi terhadap kinerja karyawan yang tidak
konsisten, maka penelitian ini memasukan kepuasan kerja sebagai variabel
mediasi terhadap komunikasi dan kinerja karyawan.
Berdasarkan
pemaparan diatas, maka permasalahan ini dianggap menarik untuk diangkat dan
dikaji lebih dalam lagi.
Pertanyaan
penelitian berikut ini secara empiris diseloidiki dalam penelitian ini
1.
Apakah terdapat pengaruh komunikasi terhadap kepuasan kerja
karyawan?
2.
Apakah terdapat pengaruh komunikasi terhadap kinerja
karyawan?
|
Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
|
18
|
3.
Apakah terdapat pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja
karyawan?
4.
Apakah terdapat pengaruh komunikasi terhadap kinerja
karyawan dengan dime-diasi oleh kepuasan kerja?
TINJAUAN
PUSTAKA
Komunikasi merupakan pemindahan infor-masi dan pemahaman
dari seseorang kepada seseorang. Untuk pemindahkan infor-masi yang dimaksud
dalam komunikasi terse-but diper-lukan suatu proses komunikasi. Menurut Webster
New Collogiate Dictionary “istilah komunikasi berasal dari istilah
Latin Communicare, bentuk past participle dari communication dan
communicatus yang artinya suatu alat untuk berkomunikasi terutama
suatu slstem penyampaian dan penerimaan berita, sepeti mlsalnya telepon,
telegrap, radlo, dan lain sebagainya”. Gibson dan Ivan (2012: 84) mengemukakan
‘’Komunikasi adalah pengiri-man informasi dan pemahaman, mengenai simbol verbal
atau non verbal’’. “Komunikasi adalah proses pemlndahan pengertian dalam
bentuk gagasan atau informasi dari seseorang ke orang lain.
Luthan (2011) memberikan pengertian yang secara langsung
mengarah pada peruba-han dan perkembangan organisasi yang hanya dapat terjadi
melalui pengembangan sumber daya manusia di lingkungan masing-masing. Untuk
mencapai tujuan organisasi maka diperlukan sebuah komunikasi yang baik, di mana
terdapat jalinan pengertian dalam komunikasi tersebut sehingga dapat dlmengerti
serta dllaksanakan antara pihak yang satu dengan pihak yang lain Komunikasi ini
sangat berperan dalam suatu organisasi untuk menca-pai tujuannya Newstrom dan
Davis (2004:151) mengemukakan bahwa “Apabila tidak ada komunikasi para pegawal
tidak dapat menge-tahui apa yang dilakukan rekan seker-janya, pimpinan tidak
dapat menerima masukan informasi, dan para penyelia tidak dapat mem-berikan
instruksi”. Robbins (2013) menye-butkan bahwa “komuniksai membantu
perkem-bangan motivasi dengan menjelaskan kepada para karyawan apa yang harus
dilaku-kan, seberapa baik mereka bekerja, dan apa yang dapat dikerjakan untuk
memperbaiki kinerja yang di bawah standar”.
Komunikasi dalam Organisasi
Gitosudarmo dan Sudita (2008:211)
menyebutkan bahwa “aliran komunikasi formal dalam organisasi
dapat dibedakan menjadi em-pat yaitu komunikasi dari atas ke bawah, dari bawah
ke atas, horizontal, dan diagonal”. Ke-empat jenis komunikasi tersebut dapat
Iebih lengkap jelasnya dalam perincian di bawah ini:
Komunikasi
dari Atas ke Bawah (Komuni-kasi ke Bawah)
Gibson et al.
(2012:241) mengemukakan bahwa “komunikasi dapat mengalir dari tingkat yang
lebih tinggi ke tingkat bawah organisasi; termasuk kebijakan manajemen,
instruksi, dan memo resmi”. Handoko (2013:280) menye-butkan bahwa “komunikasi
ke bawah (down-ward communication) dimulai dari manajemen puncak
kemudian mengalir ke bawah melalui tingkatan-tingkatan manajemen sampai ke
karyawan lini dan personalia paling bawah”. Dari beberapa pendapat tersebut
maka dapat disimpulkan komunikasi ke bawah adalah komunikasi yang mengalir dari
manajemen puncak kemudian mengalir ke bawah melalui tingkatan-tingkatan manajemen
sampai ke karyawan lini dan personalia paling bawah untuk menyampaikan tujuan.
Handoko (2013:280)
mengemukakan bah-wa “maksud utama komunikasi ke bawah adalah untuk memberi
pengarahan, informasi, instruksi, nasehat/saran dan penilaian kepada bawahan.
Serta memberikan informasi kepada para anggota organisasi tentang tujuan dan
kebijaksanaan organisasi”. Siagian (2008:308) mengemukakan bahwa “kesemuanya
itu dalam rangka usaha manajemen untuk lebih menjamin bahwa tindakan, sikap dan
perilaku para karya-wan sedemikian rupa sehingga kemam-puan or-ganisasi untuk
mencapai tujuan dan berbagai sasarannya semakin meningkat yang pada gilirannya
meungkinkan organisasi meme-nuhi kewajiban kepada para anggotanya”.
Mangkunegara (2012)
mengemukakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pen-capai kinerja ada dua,
yaitu:
1.
Faktor kemampuan (ability)
Secara psikologis,
kemampuan pegawai
terdiri dari kemampuan potensi (IQ) dan
kemampuan reality (knowledge + skill).
2.
Faktor motivasi (motivation)
|
Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
|
19
|
Motivasi terbentuk dari sikap (attitude) seorang karywan
dalam menghadapi siatuasi kerja. Motivasi merupakan kondisi meng-gerakkan diri
karyawan yang terarah untuk mencapai tujuan organisasi (tujuan kerja). Gordon
(2005) Kinerja adalah kemampuan seseorang dipengaruhi oelh bakat dan minat,
sedangkan usaha dipengaruhi motivasi, insentif, dan rancangan pekerjaan serta
yang masuk dukungan organisasi adalah mencakup pela-tihan pengembangan
sumberdaya manusia dan tersedianya peralatan organisasi.
Adiwijaya (2010) menemukan hasil mengenai Organizational
Citizenship Behavior dan pengukuran kinerja personil perwira, bintara, dan
PNS pada polwitabes Surabaya ini memiliki nilai yang baik diatas rata-rata dan
variabel kecepatan kerja, variabel kualitas kerja, variabel keakuratan kerja,
variabel ketahanan kerja, dan variabel kesempatan bekerjasama memberikan
pengaruh positif ter-hadap kinerja secara keseluruhan baik untuk personil
Perwira, Bintara, dan PNS.
Menurut Handoko (2013:193) pengertian kepuasaan kerja adalah
“keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dengan mana para
karyawan memandang pekerjaan mereka”.Kepuasan kerja didefi-nisikan dengan
“hingga sejauh mana individu merasakan secara positif atau negatif berbagai
macam faktor atau dimensi dari tugas-tugas dalam pekerjaannya” (Hariandja,
2002:290).
Menurut Robbins (2013) mengemukakan bahwa “suatu tinjauan
ulang yang ekstensif atas literatur menunjukkan bahwa faktor-faktor yang lebih
penting yang mendorong kepuasan kerja adalah kerja yang secara mental
menan-tang, ganjaran yang pantas, kondisi kerja yang mendukung, dan rekan
sekerja yang mendu-kung”.
Faktor-faktor tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.
Kerja yang secara mental menantang Karyawan cenderung lebih
menyukai pekerjaan-pekerjaan yang memberi mereka
kesempatan untuk menggunakan ketrampilan dan kemampuan
mereka dan menawarkan beragam tugas, kebebasan, dan umpan balik mengenai betapa
baik mereka bekerja. Karakteristik ini membuat kerja secara mental menantang.
Pekerjaan yang kurang menantang menciptakan kebosanan, tetapi yang terlalu
banyak
menantang
menciptakan fiustasi dan perasaan gagal. Pada kondisi tantangan yang sedang,
kebanyakan karyawan akan mengalami kesenangan dan kepuasan.
2.
Ganjaran yang pantas
Para karyawan menginginkan sistem upah dan kebijakan promosi
yang mereka persepsikan sebagai adil, tidak meragukan, dan segaris dengan
pengharapan mereka. Bila upah dilihat sebagai adil yang dida-sarkan pada
tuntutan pekerjaan, tingkat ketrampilan individu, dan standart pengu-pahan
komunitas, kernungkinan besar akan dihasilkan kepuasan.
3.
Kondisi kerja yang mendukun
Karyawan peduli akan lingkungan kerja baik untuk kenyamanan
pribadi maupun untuk memudahkan mengerjakan tugas yang baik. Studi-studi
memperagakan bah-wa karyawan lebih menyukai keadaan fisik sekitar yang tidak
berbahaya atau merepotkan. Temperatur, cahaya keribu-tan, dan faktor-faktor
lingkungan lain seharusnya tidak ekstrim (terlalu banyak atau terlalu sedikit).
Di samping itu, kebanyakan kayawan lebih menyukai bekelja dakat dengan rumah,
dengan fasilitas yang bersih dan relatif modern, dan dengan alat-alat dan
peralatan yang memadai.
4.
Rekan sekerja yang mendukung
Bagi
kebanyakan karyawan, kerja juga mengisi kebutuhan akan interaksi sosial. Oleh
karena itu tidak mengejutkan bila mempunyai rekan sekerja yang ramah dan
mendukung menghantar ke kepuasan kerja yang meningkat. Perilaku atasan juga
merupakan determinan utama dari kepuasan. Umumnya studi mendapatkan bahwa
kepuasan karyawan meniugkat bila penyelia langsung bersifat ramah dan dapat
memahami, memberi pujian untuk kinerja yang baik, mendengarkan pendapat
karyawan, dan menunjukkan suatu minat pribadi pada mereka.
Kerangka Konsep dan Hipotesis
Menurut Sekaran (2006) kerangka teoritis adalah model
konseptual yang berkaitan dengan bagaimana seseorang menyusun teori atau menghubungkan
secara logis beberapa faktor yang dianggap penting untuk masalah.
|
Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
|
20
|
Adanya
gap penelitian dari penelitian-penelitian yang ada, Pearce dan Gerald (2011)
menyimpulkan bahwa kepuasan komunikasi tidak berkolerasi secara signifikan
dengan kinerja. Hal ini sejalan dengan Goris (2007) bahwa komunikasi tidak
selalu berpengaruh terhadap kinerja. Sedangkan Novita et al. (2002)
menemukan komunikasi yang efektif antara atasan dan bawahan sangat berpengaruh
terhadap kepuasan kerja pegawai sehingga kinerja akan lebih optimal. Pada
penelitian ini terdapat tiga variabel yaitu komunikasi sebagai variabel (X),
kepuasan kerja variabel (Y), dan kinerja karyawan variabel (Z).
Dengan
demikian hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
H1: Terdapat pengaruh signifikan komunikasi
terhadap kepuasan kerja karyawan
Pada penelitian yang dilakukan oleh Ali dan Haider (2012)
dikemukakan bahwa ada dampak signifikan dari tiga dimensi komu-nikasi pada
kepuasan kerja. Novita et al. (2002) juga mengemukakan komunikasi
efektif antara atasan dan bawahan sangat berpengaruh terha-dap kepuasan kerja
pegawai. Selanjutnya terdapat pengaruh langsung dari karakteristik individu,
komunikasi yang efektif dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai. Selain
itu, penelitian yang dilakukan oleh Sudiro dan Sumanang (2005) menyebutkan
bahwa komu-nikasi efektif berpengaruh terhadap kepu-asan kerja karyawan.
Berdasarkan temuan dari penelitian-penelitian tersebut dapat dikemu-kakan bahwa
komunikasi berkolerasi erat dengan kepuasan kerja Oleh karena itu perlu diuji
apakah komunikasi memberikan pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja
karyawan dengan merumuskan hipotesis sebagai berikut:
H2: Terdapat pengaruh signifikan
komunikasi terhadap kinerja
karyawan
Pada penelitian Trijaya (2012) menge-mukakan kompensasi,
pelatihan, dan komu-nikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dan
yang menjadi variabel dominan adalah kompensasi.
Hariyanti dan Primawesri (2011) juga mengemukakan motivasi
dan komunikasi
berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan melalui
komitmen organisasi.
Sedangkan penelitian Rachmadi (2010) motivasi, partisipasi,
dan komunikasi berpe-ngaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan
temuan dari penelitian-penelitian tersebut dapat dikemukakan bahwa komunikasi
berkolerasi erat dengan kinerja karyawan Oleh karena itu perlu diuji apakah
komunikasi mem-berikan pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan
merumuskan hipo-tesis sebagai berikut:
H3: Terdapat pengaruh signifikan kepuasan kerja terhadap kinerja
karyawan
Beberapa penelitian yang
telah dilakukan, ditemukan bahwa adanya hubungan positif secara langsung antara
kepuasan kerja dan kinerja karyawan.
Pada penelitian Goris et al. (2007) menemukan bahwa
kepuasan dengan komu-nikasi memiliki kelemahan apabila dimediasi oleh pekerjaan
individu dan kepuasan kerja memiliki pengaruh kuat terhadap kinerja karyawan.
Kumari (2011) menunjukan penga-ruh aspek lain dari kepuasan kerja (budaya,
komunikasi kepemimpinan, komitmen organi-sasi, konten, pelatihan, penghargaan
dan kesempatan pengakuan, berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Pushpakumari
(2008) membuktikan bahwa semakin karyawan puas maka kinerjanya juga akan
meningkat. Berdasarkan temuan dari penelitian-penelitian tersebut dapat
dikemu-kakan bahwa kepuasan kerja berkolerasi erat dengan kinerja karyawan Oleh
karena itu perlu diuji apakah kepuasan kerja memberikan pengaruh signifikan
terhadap kinerja karyawan dengan merumuskan hipotesis sebagai berikut:
H4: Komunikasi berpengaruh terhadap kinerja
karyawan dengan dimediasi oleh kepuasan kerja
Pada penelitian Carriere dan Bourque (2009) menunjukan bahwa
dalam komunikasi berpengaruh terhadap komitmen organisasi yang dimediasi oleh
kepuasan kerja. Sedangkan Gray dan Laidlaw (2002) mengemukakan bah-wa umpan
balik personal, komunikasi penga-was, komunikasi horizontal dan iklim
|
Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
|
21
|
komunikasi
berpengaruh signifikan terhadap kepuasan karyawan dan kinerja karyawan.
Berdasarkan temuan dari penelitian-penelitian tersebut dapat
dikemukakan bahwa kepuasan kerja mampu berkolerasi erat dengan komunikasi dan
kinerja karyawan baik secara langsung ataupun secara mediasi. Oleh karena itu
perlu diuji apakah peran mediasi kepuasan kerja mampu memberikan pengaruh
signifikan terhadap komunikasi dan kinerja karyawan dngan merumuskan hipotesis
sebagai berikut:
Untuk lebih jelasnya, kerangka konsep penelitian ini dapat
dilihat pada gambar 3.1.

Gambar
1 Kerangka Konseptual Penelitian
METODE
Rancangan
Penelitian
Penelitian ini berlandaskan pada para-digma positivisme.
Pelopor aliran “positivis-me”, sosiolog Antonio Comte (1798–1857) memandang
bahwa realitas, gejala, ataupun fenomena dapat diklasifikasikan, teramati,
terukur, empiris dan hubungannya bersifat sebab akibat. Penjabaran dari
pemikiran positi-visme ialah pendekatan kuantitatif. Pendekatan ini bertujuan
untuk mendeskripsi, mengon-firmasi, dan membuktikan hipotesis terhadap fenomena
yang diamati. Pendekatan kuantitatif juga mengumpulkan dan menga-nalisis data,
menggunakan strategi survei dan eksperimen, melakukan pengukuran dan observasi,
serta pengujian teori dengan uji statistik. Tujuan dan metode dalam pendekatan
kuantitatif berlan-daskan pada paradigma positif sehingga peneli-tian ini dapat
disebut penelitian dengan pendekatan kuantitatif.
Lebih spesifik lagi, berdasarkan rumusan masalah dan tujuan
dalam penelitian ini, maka jenis penelitian ini bersifat explanatory.
Suatu penelitian yang bersifat explanatory umumnya bertujuan untuk
menjelaskan kedudukan varia-bel-variabel yang diteliti serta hubungan dan
pengaruh antara satu variabel dengan variabel lain Sugiyono (2011).
Sampel
Arikunto (2010) mendefinisikan bahwa “sampel adalah sebagian
atau wakil populasi yang diteliti”. Adapun metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah (probabilitas sampling), sedangkan teknik
pengambilan
sampel menggunakan (simple random sampling). Pemilihan
teknik ini didasarkan pada alasan karena anggota populasi dianggap
homogen sebab populasi yang diambil berada pada unit yang sama yaitu karyawan
divisi produksi PT. Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung sejumlah 245 orang
yang kemudian dapat diperoleh sampel sejumlah 151,937 yang dibulatkan menjadi
152 orang pada e = 5%.
Pengujian
Instrumen
Kuisioner yang akan digunakan sebagai alat pengumpul data
terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya dengan cara meng-hitung
nilai validitas dan reliabilitas. Pengujian ini dimaksudkan untuk mengukur
tingkat kelayakan kuesioner sebagai alat pengumpul data.
Validitas
Uji validitas digunakan
sebuah instrumen agar hasilnya dapat valid. Maksud dari valid disini adalah
dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Arikunto (2010)
menyebutkan bahwa “validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan
tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen”
Reliabilitas
Reliabilitas
menunjuk pada tingkat keterandalan sesuatu. Arikunto (2010) menge-mukakan bahwa
“reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup
dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen
tersebut sudah baik”. Untuk menguji digunakan Alpha Cronbach. Dimana
suatu instrumen dinyatakan reliable apabila koefisien reliabilitas (Alpha
Cronbach) lebih besar dari 0.60.
Teknik
Analisis Data
Penelitian juga bertujuan
untuk memprediksi dan mengembangkan teori. Melihat bentuk model dan jumlah
variabel endogen yang lebih dari satu, maka teknik analisis yang tepat
digunakan ialah model
|
Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
|
22
|
persamaan
struktural (Structural Equation Modelling – SEM) berbasis
varian atau partial least square (PLS).
Menurut Jogiyanto (2011) PLS adalah analisis SEM berbasis
varian yang secara simultan dapat melakukan pengujian model pengukuran
sekaligus pengujian model sktruktural. Penggunaan SEM berbasis PLS sama dengan
penggunaan regresi linier ber-ganda, yaitu memaksimalkan varian yang dijelaskan
pada variabel laten endogen (variabel tergantung) dengan analisis tambahan
yaitu penilaian kualitas data yang didasarkan pada karakteristik model
pengukuran.
Penggunaan PLS dalam penelitian ini didasarkan pada beberapa
pertimbangan yaitu
(1)
PLS dapat digunakan untuk menguji efek prediksi hubungan
antar variabel laten, (2) PLS tidak mensyaratkan data terdistribusi normal
(indikator dengan skala kategori, ordinal, interval sampai ratio dapat digunakan
pada model yang sama), sampel tidak harus besar (Ghozali, 2011), dan pendekatan
regresi (analisis path) dalam PLS-SEM yang berbasis varian lebih cocok
digunakan dibandingkan dalam SEM yang berbasis kovarian seperti AMOS dan
LISREL.
PLS-SEM bertujuan untuk menguji hubungan prediktif antar
konstruk dengan melihat apakah ada hubungan atau pengaruh
Tabel
1 Uji Validitas Konvergen
antar
konstruk tersebut. PLS sebagai model prediksi tidak mengasumsikan distribusi
ter-tentu untuk mengestimasi parameter yang memprediksi hubungan kausalitas.
Karena itu, teknik parametrik untuk menguji siginifikansi parameter tidak
diperlukan dan model evaluasi untuk prediksi bersifat non-parametrik. Model
evaluasi PLS dilakukan dengan menilai outer model dan inner
model.
HASIL DAN
PEMBAHASAN Evaluasi Model Pengukuran
Model penelitian ini terdiri
dari empat konstruk diantaranya komunikasi, kepuasan kerja, dan kinerja
karyawan. Evaluasi model pengukuran merupakan tahapan untuk menge-valuasi
validitas dan reliabilitas suatu konstruk.
Evaluasi
Validitas Konstruk
Evaluasi validitas konstruk
dilakukan dengan menghitung validitas konvergen dan validitas diskriminan.
Validitas konvergen diketahui melalui loading factor. Suatu instrument
dikatakan memenuhi pengujian validitas konvergen apabila memiliki loading
factor diatas 0.6. Hasil pengujian validitas konvergen disajikan dalam Tabel
5.9, sebagai berikut:
|
|
Loading
Estimate
|
SE
|
T-Statistic
|
Keterangan
|
|
|
|
|
|
|
|
Kom1 <-
Komunikasi
|
0.747
|
0.052
|
14.463
|
Valid
|
|
|
|
|
|
|
|
Kom2 <-
Komunikasi
|
0.764
|
0.045
|
16.794
|
Valid
|
|
|
|
|
|
|
|
Kom3 <-
Komunikasi
|
0.770
|
0.051
|
15.074
|
Valid
|
|
|
|
|
|
|
|
Kom4 <-
Komunikasi
|
0.721
|
0.064
|
11.309
|
Valid
|
|
|
|
|
|
|
|
KK1 <-
Kepuasan Kerja
|
0.795
|
0.048
|
16.668
|
Valid
|
|
|
|
|
|
|
|
KK2 <-
Kepuasan Kerja
|
0.792
|
0.047
|
16.970
|
Valid
|
|
|
|
|
|
|
|
KK3 <-
Kepuasan Kerja
|
0.843
|
0.036
|
23.251
|
Valid
|
|
|
|
|
|
|
|
KK4 <-
Kepuasan Kerja
|
0.732
|
0.071
|
10.273
|
Valid
|
|
|
|
|
|
|
|
KK5 <-
Kepuasan Kerja
|
0.767
|
0.065
|
11.738
|
Valid
|
|
|
|
|
|
|
|
KK6 <-
Kepuasan Kerja
|
0.731
|
0.066
|
11.010
|
Valid
|
|
|
|
|
|
|
|
K1 <-
Kinerja
|
0.817
|
0.039
|
21.166
|
Valid
|
|
|
|
|
|
|
|
K2 <-
Kinerja
|
0.817
|
0.040
|
20.323
|
Valid
|
|
|
|
|
|
|
|
K3 <-
Kinerja
|
0.779
|
0.057
|
13.611
|
Valid
|
|
|
|
|
|
|
|
K4 <-
Kinerja
|
0.772
|
0.041
|
18.666
|
Valid
|
|
|
|
|
|
|
|
Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
|
23
|
|
|
Loading
Estimate
|
SE
|
T-Statistic
|
Keterangan
|
|
|
|
|
|
|
|
K5 <-
Kinerja
|
0.724
|
0.060
|
11.999
|
Valid
|
|
|
|
|
|
|
Sumber: Data Primer diolah, 2015
Berdasarkan Tabel 1, dapat diketahui bahwa terdapat semua
indicator yang mengukur variabel komunikasi, kepuasan kerja, dan
Tabel
2 Validitas Diskriminan
kinerja karyawan bernilai lebih besar dari 0.6. Dengan
demikian indikator tersebut dinyatakan valid untuk mengukur variabelnya.
|
|
Komunikasi
|
Kepuasan
Kerja
|
Kinerja
|
|
|
|
|
|
|
Komunikasi1
|
0.747
|
0.592
|
0.651
|
|
|
|
|
|
|
Komunikasi2
|
0.764
|
0.575
|
0.610
|
|
|
|
|
|
|
Komunikasi3
|
0.770
|
0.586
|
0.620
|
|
|
|
|
|
|
Komunikasi4
|
0.721
|
0.612
|
0.599
|
|
|
|
|
|
|
Kepuasan
Kerja1
|
0.593
|
0.795
|
0.624
|
|
|
|
|
|
|
Kepuasan
Kerja2
|
0.676
|
0.792
|
0.686
|
|
|
|
|
|
|
Kepuasan
Kerja3
|
0.735
|
0.843
|
0.732
|
|
|
|
|
|
|
Kepuasan
kerja4
|
0.589
|
0.732
|
0.613
|
|
|
|
|
|
|
Kepuasan
Kerja5
|
0.560
|
0.767
|
0.640
|
|
|
|
|
|
|
Kepuasan
Kerja6
|
0.493
|
0.731
|
0.629
|
|
|
|
|
|
|
Kinerja1
|
0.676
|
0.729
|
0.817
|
|
|
|
|
|
|
Kinerja2
|
0.651
|
0.647
|
0.817
|
|
|
|
|
|
|
Kinerja3
|
0.640
|
0.623
|
0.779
|
|
|
|
|
|
|
Kinerja4
|
0.670
|
0.685
|
0.772
|
|
|
|
|
|
|
Kinerja5
|
0.593
|
0.607
|
0.724
|
|
|
|
|
|
Sumber: Data Primer diolah, 2015
Berdasarkan pengukuran validitas diskriminan pada Tabel 2,
dapat diketahui bahwa secara keseluruhan indikator-indikator dari variabel
komunikasi, kepuasan kerja, dan kinerja karyawan menghasilkan loading factor
yang lebih besar dibandingkan dengan cross correlation pada
variabel lainnya. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa masing-
masing indikator mampu mengukur variabel laten yang
bersesuaian dengan indikatornya.
Hasil perhitungan diskriminan
reliability (AVE), cronbach alpha dan composite reliability
dapat dilihat melalui ringkasan yang disajikan dalam Tabel 5.11,
sebagai berikut:
Tabel
3 Perhitungan Diskriminan Reliability (AVE), Cronbach Alpha Dan Composite
Reliability
|
|
AVE
|
Composite
Reliability
|
Cronbachs
Alpha
|
|
|
|
|
|
|
Komunikasi
|
0.563
|
0.838
|
0.741
|
|
|
|
|
|
|
Kepuasan
Kerja
|
0.605
|
0.902
|
0.869
|
|
|
|
|
|
|
Kinerja
|
0.612
|
0.887
|
0.841
|
|
|
|
|
|
Sumber: Data Primer diolah, 2015
Berdasarkan Tabel 5.11, dapat diketahui bahwa nilai diskriminan
reliability (AVE) pada variabel komunikasi sebesar 0.563, variabel
kepuasan kerja sebesar 0.605, dan variabel kinerja karyawan
sebesar 0.612. Hasil tersebut menunjukkan nilai yang lebih besar dari 0.5.
|
Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
|
24
|
Dengan demikian, berdasarkan perhitungan diskriminan
reliability (AVE) semua indikator dinyatakan reliabel dalam mengukur
variabel latennya.
Adapaun hasil Goodness of
fit Model yang telah diringkas dalam Tabel 5.12, sebagai berikut:
|
Tabel
4 Hasil Goodness of fit Model
|
|
|
|
|
Variabel
|
R2
|
|
|
Kepuasan
Kerja
|
0.621
|
|
|
Kinerja
Karyawan
|
0.780
|
Q2 = 1 – ( 1 – R12) ( 1 – R22 ) Γ¨ Q2 = 1 – ( 1 – 0.621) ( 1 – 0.780) = 0.917 Sumber: Data Primer
diolah, 2015
Hasil pengujian signifikansi
dapat diketahui melalui Tabel 5, sebagai berikut:
Tabel 5 Hasil Pengujian
Signifikansi
|
Eksogen
|
Endogen
|
Koefisien Jalur
|
SE
|
t-Statistic
|
P Values
|
|
Komunikasi
|
Kepuasan Kerja
|
0.788
|
0.066
|
11.928
|
0.000
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Komunikasi
|
Kinerja
|
0.427
|
0.126
|
3.401
|
0.000
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Kepuasan
Kerja
|
Kinerja
|
0.507
|
0.135
|
3.748
|
0.000
|
|
|
|
|
|
|
|
Sumber: Data Primer diolah,
2015
Hasil pengujian indirect
effect dapat dilihat melalui ringkasan dalam Tabel 5.14, sebagai berikut:
Tabel 6 Hasil Pengujian
Indirect Effect
|
Eksogen
|
Endogen
|
|
Mediasi
|
Indirect
|
SE
|
t-Statistic
|
P Values
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Komunikasi
|
Kinerja
|
|
Kepuasan Kerja
|
0.399
|
0.112
|
3.576
|
0.000
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Sumber: Data Primer diolah, 2015
|
|
|
|
|
|
||
Pembahasan dan Implikasi
penelitian
Pengaruh komunikasi terhadap kepuasan kerja karyawan
Hasil penelitian ini
membuktikan bahwa komunikasi berpengaruh positif secara langsung terhadap
kepuasan kerja karyawan PT. Pabrik kertas Setia Kawan Makmur Seja-htera
Tulungagung. Dalam penelitian ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh
Hariandja (2002:96) yaitu Komunikasi merupakan bagian yang penting dalam
kehi-dupan kerja. Hal ini mudah dipahami sebab komunikasi yang tidak baik bisa
mempunyai dampak yang luas terhadap kehidupan orga-nisasi, misalnya konflik
antar karyawan,
kesenjangan karyawan dan sebaliknya komunikasi yang baik
dapat meningkatkan pengertian, kerjasama, dan juga kepuasan kerja karyawan.
Beberapa penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa adanya hubungan
positif secara langsung antara komunikasi dan
kepuasan kerja. Pada penelitian yang dilakukan oleh Ali dan
Haider (2012) dikemukakan bah-wa ada dampak signifikan dari tiga dimensi
komunikasi pada kepuasan kerja. Novita et al. (2002) juga mengemukakan
komunikasi efektif antara atasan dan bawahan sangat berpengaruh terhadap
kepuasan kerja pegawai. Selanjutnya terdapat pengaruh langsung dari
karakteristik individu, komunikasi yang efektif dan kepuasan kerja terhadap
kinerja pegawai. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Sudiro dan Sumanang
(2005) menyebutkan bahwa komu-nikasi efektif berpengaruh terhadap kepuasan
kerja karyawan.
Dalam penelitian ini,
indikator iklim komunikasi memiliki loading factor terbesar dibandingkan
dengan indikator lainnya. Hal ini menunjukan bahwa karyawan PT. Pabrik kertas
Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung. mendapatkan informasi yang cukup
untuk mengerjakan pekerjaannya sehingga hal ini mendorong mereka untuk
menyelesaikan
|
Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
|
25
|
pekerjaan
dengan baik dan cenderung mening-katkan kepuasan kerja mereka. Hal ini sejalan
dengan penelitian yang dilakukan Akkriman dan Harris (2005) yang mengatakan
bahwa iklim organisasi mencakup kepuasan dengan perluasan dimana komunikasi
dalam organisasi memotivasi dan merangsang karyawan untuk memenuhi tujuan
organisasional serta perluasan tersebut membuat para karyawan mengenali
organisasinya.
Pengaruh
komunikasi terhadap kinerja karyawan
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa komunikasi
berpengaruh positif secara lang-sung terhadap kinerja karyawan PT. Pabrik
kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulung-agung.
Penelitian ini didukung oleh teori Robbins (2013) yang
mengemukakan bahwa Komu-nikasi membantu perkembangan motivasi dengan
menjelaskan kepada karyawan apa yang harus dilakukan, bagaimana mereka bekerja
baik dan apa yang dikerjakan untuk memper-baiki kinerja jika di bawah standar.
Beberapa penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa adanya hubungan
positif secara langsung antara komunikasi dan kinerja karya-wan. Pada
penelitian Trijaya (2012) menge-
mukakan
kompensasi, pelatihan, dan komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja
karyawan dan yang menjadi variabel dominan adalah kompensasi. Hariyanti dan
Primawesri (2011) juga mengemukakan motiv-asi dan komunikasi berpengaruh
positif terhadap kinerja karyawan melalui komitmen organisasi. Sedangkan
penelitian Rachmadi (2010) motivasi, partisipasi, dan komunikasi berpengaruh
signifikan terhadap kinerja karyawan.
Berdasarkan hasil penelitian, nilai rata-rata item paling
tinggi yang dijawab oleh responden adalah rekan kerja dari indikator iklim
komunikasi. Para karyawan PT. Pabrik kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera
Tulungagung merasa nyaman berkomunikasi dengan rekan kerja sesama divisi.
Sehingga hal ini dianggap oleh karyawan sebagai salah satu faktor penting yang
mendorong untuk meningkatkan produkti-fitas dan kinerja mereka. Sejalan dengan
pene-litian yang dilakuakn oleh Rachmadi (2010) yang mengatakan bahwa motivasi,
partisipasi rekan kerja, dan komunikasi berpengaruh
positif secara langsung terhadap kinerja karya-wan.
Pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kepuasan kerja
positif secara langsung berpe-ngaruh terhadap kinerja karyawan PT. Pabrik
kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung.
Penelitian
ini didukung teori Menurut pendapat Robbins (2013) mengemukakan bah-wa
kepentingan manajer pada kepuasan kerja cenderung berpusat efeknya pada kinerja
karyawan”. Beberapa penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa adanya
hubungan positif secara langsung antara kepuasan kerja dan kinerja karyawan.
Pada penelitian Goris et al. (2007) menemukan bahwa kepuasan
dengan komunikasi memiliki kelemahan apabila dimediasi oleh pekerjaan
individu dan kepuasan kerja memiliki pengaruh kuat terhadap kinerja karyawan.
Kumari (2011) menunjukan pengaruh aspek lain dari kepuasan kerja (budaya,
komunikasi kepemimpinan, komitmen organisasi, konten, pelatihan, peng-hargaan
dan kesempatan pengakuan, berpe-ngaruh terhadap kinerja karyawan. Push-pakumari
(2008) membuktikan bahwa semakin karyawan puas maka kinerjanya juga akan meningkat.
Dalam penelitian ini, penghargaan merupakan salah satu
indikator yang mempu-nyai loading factor yang paling tinggi daripada
indikator yang lainnya. Bahwa karyawan merasa terpuaskan dalam bekerja
dikarenakan penghargaan prestasi berupa promosi telah sesuai dengan yang mereka
inginkan maka kinerja karyawan PT. Pabrik kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera
Tulungagung secara otomatis akan meningkat dan tujuan perusahaan akan tercapai.
Penelitian ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Robbins (2013) bahwa
karyawan menginginkan sistem pembayaran kebijakan promosi yang adil dan sesuai
dengan harapan mereka. Ketika kompensasi pekerjaan diberikan berdasarkan
tuntutan pekerjaan, level, ketrampilan individu, dan serta standar pembayaran
komunitas, maka berpotensi memunculkan kepuasan kerja karyawan.
|
Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
|
26
|
Pengaruh
Komunikasi terhadap Kinerja Karyawan dengan dimediasi oleh Kepuasan Kerja
Dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa peran kepuasan
kerja memediasi komu-nikasi dan kinerja karyawan berpengaruh positif. Dengan
demikian kepuasan kerja mampu memediasi komunikasi dan kinerja karyawan pada
karyawan PT. Pabrik Kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung.
Penelitian ini didukung penelitian yang sudah dilakukan
bahwa adanya hubungan peran kepuasan kerja memediasi komunikasi dan kinerja
karyawan. Pada penelitian Carriere dan Bourque (2009) menunjukan bahwa dalam
komunikasi berpengaruh terhadap komitmen organisasi yang dimediasi oleh
kepuasan kerja. Sedangkan Gray dan Laidlaw (2002) mengemukakan bahwa umpan
balik personal, komunikasi pengawas, komunikasi horizontal dan iklim komunikasi
berpengaruh signifikan terhadap kepuasan karyawan dan kinerja karyawan.
Hal ini menunjukan indikator kepuasan penghargaan memiliki
peran penting dalam memidiasi kepuasan kerja karyawan. Namun disisi lain
indikator kepuasan pekerjaan memiliki nilai terendah, bahwa karyawan belum
cukup puas terhadap pekerjaannya, dimana tercermin dari respon karyawan dari
menjawab pertanyaan yang masih rendah. Baik disebabkan oleh beberapa aspek
berupa dari aspek pekerjaan mereka atau lingkungan kerja. Oleh karena itu,
perusahaan harus mampu memberikan rasa aman dan mampu membuat karyawan lebih
berinisiatif untuk menciptakan inovasi-inovasi yang baru sehingga akan
membangun kepercayaan diri karyawan dan hal ini cenderung untuk meningkatkan
kepuasan kerjanya.
Keterbatasan
Penelitian Keterbatasan
penelitian ini, antara lain:
a)
Tanggapan atau jawaban responden yang kurang menggambarkan
kondisi yang sebenarnya dengan alasan, antara lain:
1.
Adanya kesibukan dan keterbatasan waktu yang dimiliki oleh
responden
2.
Adanya perasaan takut dari sebagian responden bahwa jawaban
yang diberi-kan akan mempengaruhi penilaian ten-tang diri responden sendiri.
b)
Penelitian hanya dilakukan pada bagian produksi. Penerapan
pada bagian lain belum tentu sesuai dengan hasil penelitian ini.
Implikasi Teoritis
Berdasarkan hasil penelitian
maka impli-kasi teoritis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.
Penelitian ini memberikan tambahan refe-rensi hasil studi
terkait penerapan komunikasi di suatu perusahaan di Indonesia kedepannya. Oleh
sebab itu, penelitian yang akan dating dapat mempertimbangkan untuk mengeksplor
lebih dalam lagi faktor komunikasi, mengingat banyak perusahaan di Indonesia
yang sedang berkembang pesat, yang memungkinkan penerapan komunikasinya masih
belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan perusahaan tersebut.
2.
Komunikasi berpengaruh langsung terha-dap karyawan
dikarenakan komunikasi yang efektif secara langsung dirasakan oleh karyawan.
Komunikasi yang efektif merupakan variabel yang memberikan pengaruh paling
dominan terhadap kinerja karyawan. Oleh Karena itu, hal ini dapat
menjadi
acuan bagi peneliti selanjutnya untuk lebih mengembangkan indicator lain dari
komunikasi.
3. Kepuasan kerja dalam penelitian ini menjadi
pemediasi komunikasi terhadap kinerja karyawan. Hasil dari penelitian ini
didapatkan bahwa kepuasan kerja meru-pakan pemediasi sempurna. Temuan ini
menjadi dasar bagi pengambang variabel kepuasan kerja sebagai pemediasi untuk
penelitian berikutnya yang berhubungan dengan komunikasi dan kinerja karyawan.
Implikasi Praktis
Berikut
ini beberapa hal yang dapat dilakukan terkait dengan temuan penelitian:
1.
komunikasi dan kepuasan kerja memiliki pengaruh langsung
terhadap kinerja karya-wan yang dilakukan pada karyawan produksi PT. Pabrik
Kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung. Hendak-nya perusahaan mampu
membuat para karyawan bawahan mengagumi, menghor-mati dan mempercayai
pimpinannya agar tujuan yang diharapkan perusahaan akan tercapai dengan
komunikasi yang efektif yang dilakukan oleh karyawan atasan dan
|
Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
|
27
|
karyawan bawahan. Meningkatkan ke-mampuan pemimpin dalam
berkomu-nikasi menumbuhkan antuisme dan optimisme serta memberikan rangsangan
menumbuhkan ide-ide baru, memberikan solusi yang krearif terhadap permasalahan-
permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan.
2.
Kepuasan kerja berperan sebagai peme-diator pada komunikasi
terhadap kinerja karyawan. Kepuasan kerja memiliki peranan penting untuk
mendukung meningkatkan kinerja karyawan. Pening-katan kepuasan kerja karyawan
dapat dilakukan dengan memberikan dorongan terhadap individu untuk dapat mebuat
sesama karyawan merasa puas bekerja diperusahaan.
3.
Pengujian hipotesis juga membuktikan bahwa komunikasi
berpengaruh terhadap kinerja karyawan secara tidak langsung, pengaruh tersebut
memerlukan mediasi kepuasan kerja. Meningkatkan kinerja karyawan harus
memperhatikan faktor pendukung, dalam hal ini adalah kepuasan kerja. Artinya
dengan pelaksanaan komu-nikasi yang efektif untuk meningkatkan kinerja
karyawan, tidak akan terwujud jika tidak ditopang oleh indikator-indikator
kepuasan kerja yang baik.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dalam penelitian
ini, berikut beberapa kesim-pulan yang dapat diambil:
1.
Komunikasi dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan PT.
Pabrik kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung. Hubungan baik antara
atasan dan bawahan, adanya umpan balik, iklim komunikasi yang mendukung serta
perspektif organisasi yang terarah dapat menambah kepuasan kerja karyawan lebih
optimal. Dalam perusahaan PT. Pabrik kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera
Tulungagung telah mampu mengkomunikasikan pekerjaan terhadap karyawannya
sehingga membuat karyawan merasa puas dengan adanya peran komunikasi yang
efekftif dan perhatian dari perusahaan.
2.
Komunikasi dapat meningkatkan kinerja karyawan PT. Pabrik
kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung. Bila komunikasi efektif dapat
terwujud maka
produktifitas karyawan akan semakin tinggi. Dengan
komunikasi yang efektif karyawan tidak akan mengalami kebingungan dalam
melaksanakan SOP yang dibuat oleh peru-sahaan sehingga kinerja yang dihasilkan
semakin baik. Karyawan akan merasa dilibatkan dengan adanya komunikasi dua arah
yang terstruktur dan umpan balik yang dihasilkan dari komunikasi dua arah tersebut,
baik antar atasan, antar bawahan, ataupun antara atasan dan bawahan.
3.
Kepuasan kerja dapat meningkatkan kinerja karyawan PT.
Pabrik kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung dikare-nakan semakin
banyak aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan individu maka semakin
tinggi tingkat kepuasan kerja yang dirasakan dan dapat memicu karyawan untuk
bekerja dengan lebih optimal.
4.
Kepuasan kerja memiliki
peran dalam
memediasi
komunikasi dan kinerja karyawan PT. Pabrik kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera
Tulungagung. Jadi pimpinan sebaiknya tidak hanya mengko-munikasikan
perintah-perintah pekerjaan saja kepada karyawan bawa-hannya, informasi berupa
gaji, penghargaan, kesempatan promosi juga harus dikomu-nikasikan secara
terbuka. Dengan adanya
keterbukaan
informasi tersebut maka karyawan merasa puas terhadap sistem
kelola
perusahaan dan secara tidak langsung akan mempengaruhi meningkatnya kinerja
karyawan tersebut.
Lebih lanjut, perusahaan PT. Pabrik kertas Setia Kawan
Makmur Sejahtera Tulung-agung terlebih dahulu memberikan dan menciptakan
kepuasan kerja karyawan untuk meningkatkan kinerja mereka. Dengan kata lain,
perusahaan PT. Pabrik kertas Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung
memperhatikan dan fokus pada kepuasan kerja karyawan dengan memberikan
penghargaan, menciptakan kondisi kerja yang baik, lingkungan kerja yang nyaman
dan memberikan gaji yang sesuai dengan apa yang telah karyawan lakukan pada
perusahaan.
Daftar Pustaka
Ali, Akbar and Haider, Jahanzaid. 2012. Impact of internal
organizational communication on employee job satisfaction – Case of some
|
Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
|
28
|
Pakistani Bank, Global Advanced Research journal
of management and Business Studies. Vol 1(x), pp 038-044
Akkirman, Ali D dan Harris,
Drew L. 2005. Organizational Communication Satisfaction In The Virtual
Workplace. Journal of Mana-gement Development vol.24 no.5. Diakses 2015.
Arifa, S. L. 2013. Audit
Operasional Untuk Menilai Efektivitas Fungsi Sumber Daya Manusia ( Studi Kasus
Pada Pabrik Kertas Pt. Setia Kawan Makmur Sejahtera ). Skrip-si. Malang:
Program Strata 1 Uni-versitas Brawijaya.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur
Peneli-tian: Suatu Pendekatan Praktek Jakarta: Rineka Cipta.
Bayangkara,
IBK.
2011. Audit Manajemen (Prosedur dan Implementasi). Jakarta:
Sa-lemba Empat.
Boynton, W. C., Ziegler, R.
E., and Kell W. G. 2006. Modern auditing jilid 1 dan 2 (Edisi 7). (Alih
bahasa Ichsan, S. B., Herman, B.). Jakarta: Erlangga.
Bernardin and Russel. 2006. Manajemen
Sum-ber Daya Manusia. Diterjemahkan oleh Bambang Sukoco. Bandung:
Armico.
Brahmasari, Ida Ayu dan
Suprayetno, Agus. 2008. Pengaruh Motivasi Kerja, Kepe-mimpinan, dan Budaya Organisai
terhadap
Kepuasan Kerja Karyawan serta Dampaknya pada Kinerja
Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. Pei Hai Internasional Wiratama Indonesia). Jurnal
Manajemen dan Kewirausahaan. Vol.10, No.2.
Brunetto, Yvonne dan
Far-Wharton, Rod. 2004. Does The Talk Affect Your Decision To Walk: A
Comparative Pilot Study Exami-ning The Effect of Communication Practices on
Employee Commitment Post-Mana-gerialism. Journal of Management Decision,
(online). Vol 42 no.3. Diakses 2015.
Carriere, Jules and Bourque,
Christoper. 2009. The effects of organizational commu-nication on job
satisfaction and organi-zational commitment in a land ambulance service and the
mediating role of commu-nication satisfaction, Journal of career Development
International. Vol 14, No 1, pp 29-49.
Dharma, Surya dan Sunatrio,
Yuanita. 2002. Human Resource Scorecard: Suatu Model Pengukuran Kinerja
Sumberdaya Manusia. Jogjakarta: Amara Books.
Djati,
S. Pantja. Dan Adiwijaya Michael. 2010.
Pengukuran
Kinerja Personil Perwira, Bintara, dan PNS pada Polwitabes Surabaya. Jurnal
Mitra Ekonomi dan Manajemen Bisnis. Vol. 1 No. 1. 26-45.
Dessler, G. 2002. Manajemen
Sumber Daya Manusia jilid 2 (Edisi Indonesia). (Terjemahan
Mulan, B). Jakarta: Pren-hallindo.
Effendy, Onong Uchjana. 2009.
Ilmu Komu-nikasi: Teori dan Praktek. Bandung: PT. Remaja
Roesdakarya.
Flippo, Edwin B. 2009, Manajemen
Perso-nalia, Jilid I. Jakarta: Erlangga
Gibson, James L. Ivancevich,
John M, et al. 2012. Organization Behavior Structure Pro-cesses.
Eight Edition. Boston: Richard D Irwin Inc Homewood.
Gitusudarmo, Indriyo
& Sudita, I Nyoman. 2008. Perilaku Keorganisasian Edisi Per-tama.
Yogyakarta: BPFE.
Goris, J.R., Vaught, Bobby
C., dan Petit Jr, John D. 2007. Effects of communication direction on
job performance and satis-faction: A moderated Regression. The Jurnal Of
Management Development. Vol. 26, No. 8, pp. 737-52.
Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi
Analisis Multi-variate Dengan Program IBM SPSS 19 (edisi kelima.) Semarang:
Universitas Dipo-negoro
Gray, Judy and Laidlaw,
Heather. 2002. Part-Time Employment And Communication Satisfaction In An
Australia Retail Orga-nization. Journal Of Employee Relations, (online). Vol.
24 no 2. Diakses 2015
Gordon
E. 2005. Forms of Market Orientation
in UK Companies. Journal of
Management
Studies, Vol 32:1,
January.
Gumilar, Eko A. 2010. Pengaruh Faktor-
Faktor Kepuasan kerja terhadap Kinerja
Karyawan PT. X. Jakarta: UIN Jakarta
Press.
Halawet,
Sonya. 2007. Pengaruh Komunikasi
Efektif antara
Atasan Dan Bawahan
Ter-
hadap Kepuasan Kerja Karyawan (Studi
pada Unit bengkel Jasa
Pemeliharaan Kilang
PT. PERTAMINA UP V Balikpapan,
Kalimantan Timur). Tesis. Universitas
Brawijaya.
Handoko,
T. Hani. 2013. Manajemen Edisi 2.
Yogyakarta: BPFE.
|
Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
|
29
|
Hardjito, Dydiet. 2001. Teori
Organisasi dan Teknik Pengorganisasian. Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada.
Hariandja, Marihot Tua Efendi. 2002. Manajemen
Sumberdaya Manusia Penga-daan, Pengembangan, Pengkompensasian, dan Peningkatan
Produktivitas Pegawai. Jakarta: PT Gramedia.
Hariyanti dan Primawesri, Intan. 2011.
Pengaruh komunikasi dan motivasi terhadap Kinerja Pesawat dengan komitmen
Orga-nisasi sebagai Variabel Moderating. Thesis. STIE AUB Surakarta dan
Universitas Setia Budi Surakarta.
Hasibuan, Malayu SP. 2011. Manajemen
Sumberdaya Manusia Edisi Kedua. Jakarta: Bumi Aksara.
Jogiyanto. 2011. Structural
Equation Modeling. Konsep dan Aplikasi Berbasis
Varian dalam
Penelitian Bisnis. UPP STIM YKPN, Yogyakarta.
Kumari, Neeraj. 2011. Job
Satisfaction of the employees at the Workplace, European Journal of
Business and Management, (online). Vol 2, no,4 (www.iis.org). Diakses 2015.
Luthan, Fred.
(2011). Organizational Behavior. Twelfth Edition. NY : McGraw-Hill/Irwin Lewis,
2004, Kinerja organisasi : Yogyakarta :
UGM
Machfoedz, Mahmud. 2002. Dasar-dasar
Komunikasi Bisnis. Yogyakarta: UPP AMP YKPN
Mangkunegara, Anwar Prabu. 2012. Manajemen
Sumber Daya Manusia Peru-sahaan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Martoyo, Susilo. 2007. Manajemen
Sumber daya Manusia. Yogyakarta: BPFE.
Muhammad, Arni. 2009. Komunikasi
Orga-nisasi Edisi Kedelapan. Jakarta: Bumi Aksara.
Munandar, A. S. 2001. Psikologi
Industri dan Organisasi. Jakarta: Universitas Indonesia (UI
Press).
Newstrom, John W. & Keith
Davis. 2004. Peri-laku dalam organisasi Edisi ke 7. Jakarta:
ERLANGGA.
Nimran, Umar. 2009. Perilaku
Organisasi Edisi Revisi. Surabaya: CV Citra Media Karya Anak
Bangsa.
Nitisemito,
Alex S. 2006. Manajemen Perso-
nalia (Manajemen Sumberdaya Manusia)
Edisi Kedua. Jakarta: Ghalia
Indonesia
Novita, Nita., Salim, Ubud., dan Troena, Eka Afnan. 2002. Pengaruh
Karakteristik Indi-vidu, Komunikasi Efektif dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja
Karyawan (Studi pada karyawan Tetap PT. Tambang Batubara Bukit Asam).
Malang: Universitas Brawijaya.
Pace, R. Wayne & Faules, Don F. 2013. Komu-nikasi
Organisasi Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan. Bandung: PT Remaja Rosda
Karya.
Patricia, Helen. 2007. Audit Operasional atas Fungsi
Manajemen Sumber Daya Manusia pada PT. ABC. Skripsi Universitas Bina Nusantara.
Diunduh dari http://library-
.binus.ac.id/eColls/eThesis. Pada 2015.
Pearce,
C. Gleen., dan Segal, Gerald J. 2004.
Effects
of Organizational Communication Satisfaction on Job Performance and Firm Growth
in Small Business. SBIDA. No. 98 sbi. 178.
Pramono, Yogi.
2012. Audit Manajemen Sebagai Upaya untuk Menilai Efektivitas Fungsi Sumber
Daya Manusia pada PT. PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan Malang. Skripsi.
Malang: Program Strata 1 Universitas Brawijaya.
Purwanto, Sony B. 2012. Pengaruh Komunkasi, Motivasi dan
Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Thesis. Pascasarjana Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Malang.
Pushpakumari,
M.D. 2008. The Impact of Job
Satisfaction on Job Performance: An
Empirical Analysis.
Rachmadi, M.
2010. Analisis Pengaruh Motivasi, Partisipasi, dan Komunikasi terha-dap kinerja
Karyawan pada PT Bank Riau di kantor Cabang Pasar Pusat Pekanbaru. Thesis.
Fakultas Ekonomi dan sosial, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif
Kasim Riau.
Redding, Senbern, Muhammad, 2001. Komu-nikasi Organisasi,
PT.Remaja Rosdakarya, Bandung, 2001:65
Robbins, Stephen
P. 2008. Organizational Behavior 10th Edition, Pearson education international. New Jersey: Prentice
hall.
Robbins, Stephen P. dan Timothy A. Judge. 2013. Perilaku
Organisasi. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Sapoetra, Yudistira. 2013. Pengaruh Strategi Komunikasi
Terhadap Kinerja Individu Dan Kepuasan Kerja ( Studi Pada: Kepolisian
|
Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016
|
30
|
Resort Malang Kota ). Tesis. Malang: Pascasarjana
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Brawijaya.
Sari, Intan. 2009. Audit
Manajemen atas fungsi personalia pada PT. Panca Usaha Palopo Plywood (PANPLY).
Skripsi Politeknik Negeri Padang. Diunduh dari
http://per-pustakaan.poliupg.ac.id/psview.php?id=6e8 42677&page=14. Pada
2015.
Sekaran, Uma. 2006. Research
Method for Business: Metode Penelitian untuk Bisnis, Edisi Empat
Buku 2. Jakarta : Salemba Empat.
Siagian, Sondang P. 2008. Manajemen
Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara.
Soetjipto, Budi. 2002. Paradigma
Baru-Mana-jemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : Amara Books.
Sudiro, Achmad dan Sumanang,
Nona F. A. Pengaruh Komunikasi yang Efektif dalam Organisasi terhadap Kepuasan
Kerja Karya-wan pada Bagian Produksi (Studi Pada PT Tirta Investama Pandaan).
Tesis. Malang: Universitas Brawijaya.
Sugiyono. 2011. Metode
Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,dan R&D). Bandung:
Alfabeta.
Sulistiyani, Ambar
Tegus & Rosidah.
2003. Manajemen Sumberdaya Manusia Konsep, Teori, dan
Pengembangan dalam Konteks Organisasi Publik. Yogyakarta:
Graha Ilmu. Supriyono. 1990. Pemeriksaan Manajemen.
Yogyakarta: UGM Press.
Susilo, Willy. 2002. Audit
SDM Panduan Kom-prehensif Auditor & Praktisi Manajemen SDM serta Pimpinan
Organisasi / Peru-sahaan. Jakarta: PT Vorqistatama Bina-mega.
Sutrisno,
Edy. 2011. Manajemen Sumber Daya
Manusia. Jakarta: Kencana
Predana Media
Group.
Thoha,
Miftah. 2002. Perilaku Organisasi Kon-
sep Dasar & Aplikasinya. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.
Tourani, A dan Sadegh R.
2012. Effect Of Employees’ Communication And Parti-cipation On Employess’s Job
Satisfaction: An Empirical Study On Airline Companies In Iran, International
Conference on Eco-nomics, Trade, and Development. Vol 36. Press.
Singapore.
Trijaya. 2012. Pengaruh
Kompensasi, Pendi-dikan dan Pelatihan, Komunikasi dan Moti-vasi terhadap
Kinerja Karyawan. Tesis. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Tunggal, Amin
Widjaja. 1992. Management Audit. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Umar, Husein.
2005. Riset Sumberdaya Manusia dalam Organisasi. Jakarta: PT Gramedia
Pustaka Utama
Undang-Undang Republik
Indonesia No 13, Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Undang-Undang Republik
Indonesia No 1, Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
Valoka,
Maria dan Bouradas, Dimitris. 2006.
Antecedent
And Cosequences Of Organizational Silnce: An Empirical Inves-tigation. Journal
Of Employee Relations, (online). Vol. 27 no.5. Diakses 2014.
Wibowo, Eduardus T. 2005. Manajemen Audit atas Fungsi
Personalia pada PT. Intraco Penta Tbk. Skripsi Universitas Katolik Indonesia
Atma Jaya Jakarta. Diunduh dari http://lib.atmajaya.ac.id. Pada 28 agustus
2014.
Widjaja, Florentina. 2007.
Pemeriksaan Ope-rasional atas fungsi Personalia pada PT. Profit Booster
Indonesia. Skripsi Universitas Kriten Krisa Wacana Jakarta. Diunduh dari
http://www.ukrida.ac.id/jkunukr/s1/ek. Pada 28 Agustus 2014.
Wursanto.
2009. Dasar-dasar Ilmu Organisasi.
Yogyakarta: Andi.
Yiantony, Sherly
S. 1999. Penerapan Audit Operasional atas Fungsi Personalia pada PT Surya Sakti
Utama di Surabaya. Skripsi Universitas Petra Christian. Diunduh dari
http://repository.petra.ac.id/5091. Pada 28 agustus 2014.
Hasil Ulasan
Dalam rangka pelaksanaan
tugas softskill Komunikasi Bisnis maka kami melakukan review pada jurnal
berikut ini :
Berdasarkan review jurnal
diatas dapat diketahui bahwa jurnal tersebut berisi tentang pengaruh komunikasi
terhadap kinerja karyawan dengan dimediasi oleh kepuasan kerja.
Dalam jurnal ini, peneliti
mempunyai beberapa tujuan yaitu;
1.
Untuk mengetahui dan menganalisis
pengaruh komunikasi terhadap kepuasan kerja karyawan
2.
Untuk mengetahui dan menganalisis
pengaruh komunikasi terhadap kinerja karyawan
3.
Untuk mengetahui dan menganalisis
pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan
4.
Untuk mengetahui dan
menganalisis pengaruh kepuasan kerja
karyawan memidiasi komunikasi dan kinerja karyawan
Dalam penelitian jurnal ini
mempunyai data yang diperoleh dari sampel 152 responden dari karyawan produksi
pabrik kertas PT. Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung dengan menggunakan
data metode survei langsung dengan instrumen kuisioner. Namun sebaiknya penelitian
ini menambahkan sampel responden yang lebih banyak dan tidak hanya karyawan
produksi pabrik kertas saja akan tetapi kepada semua karyawan yang bekerja di
PT. Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung agar kita dapat mengetahui dan
menganalisis lebih luas tentang pengaruh komunikasi terhadap kinerja karyawan
dengan dimediasi oleh kepuasan kerja.
Adapun saran lainnya untuk
jurnal ini sebaiknya peneliti dapat menambahkan variabel - variabel lainnya
yang dipergunakan dalam penelitian ini karena di dalam penelitian ini terdapat
informasi komunikasi bisnis dalam pengaruh komunikasi terhadap kinerja karyawan
dengan dimediasi oleh kepuasan kerja sehingga informasi yang didapatkan lebih
sempurna untuk mengetahui dan menganalisis isi dalam jurnal tersebut dan tujuan
penelitiannya dapat ditambahkan informasinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar